Dalam kehidupan saya, sejak kecil sampai sekarang, banyak sudah kejadian yang menimpa saya yang tidak lah sesuai dengan keinginan saya. Kebanyakan nih, yang terjadi bukanlah sesuatu yang saya rencanakan, mungkin itu barangkali ungkapan yang paling tepat. Ahsan. Better than I could ever hoped.

Apakah saya merencanakan untuk bisa akhirnya kerja di Irvine, Los Angeles, kemudian pindah ke London, terus singgah di  Singapore dan akhirnya kemudian berlabuh dan menetap di Inggris? Nop. Gak pernah saya merencakanan. Bermimpi iya. Dreaming, kata orang Padang. Who am I to make such as ambitious plan? I am nobody. Coming from normal and average family does not allow me to have such a huge plan.

Lalu apakah semuanya mengalir bak air begitu saja? Gak juga sih. So, gak punya plan dan gak juga mengikuti bak air mengalir? Lalu gimana dong?

Entahlah.

Yang jelas saya cuma melakukan sesuatu itu sebaik mungkin, dalam segala hal sih sebenanrya. The best I could.

Ngomong gampang ya…How best is the best I could? Apakah my best juga termasuk the best bagi orang lain? Atau the best menurut standard yang ada?

Sejak sepuluh tahun lalu, saya diberi tugas baru bergabung dengan divisi Project Management, sesuatu yang masih baru buat saya sebenarnya. Saya yang biasanya cuma Engineer biasa, yang senang dengan hitungan, fisika, mekanika teknik, mekanika fluida, thermodynamic, pokoknya semua yang berhubungan dengan “computer”, tiba tiba saya mesti memanage orang, sesuatu yang saya gak suka. That’s another unplanned journey for me.

Dalam Project Management, saya belajar bahwa dalam setiap pekerjaan selalu ada plan. Dan jamaknya plan, selalu ada masalah yang datang silih berganti yang perlu diatasi agar plan yang disiapkan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ada fallback plan, ada workaround , apapun istilahnya adalah kita harus siap jika apa yang kita plan kan tidak bisa jadi kenyataan atau terhambat, maka kita sudah punya jalan keluarnya.

It always a solution to whatever problem in our life. Itu kunci saya. Harus ada solusi nya. Hidup ini kan balance. Berbekal keyakinan itu lah saya mengarungi hidup yang , katanya tidak ramah ini….(masak sih gak ramah?)

Saya yakin setiap masalah ada solusinya. Sepahit pahit nya solusi adalah menerima dengan lapang dada apapun yang kita terima, tentu saja setelah berusaha The Best I Could.

Terus apakah saya masih suka buat Plan untuk hidup saya? Untuk pekerjaan jelas harus ada plan dan workaround atau juga fall back plan.

Untuk planning hidup saya kedepan? Saya bikin plan secara umum saja. Gak mau terlalu detail.  Soalnya nanti nya akan jadi kebanyakan Plan, repot sendiri. Lagipula, malas lah bikin banyak banyak plan. Iya kalau tercapai. Kalau gak, kecewalah hati awak ini kan.

Life is too short to have so many Plans.

But, I still have a plan. Grand Plan. Or, you may call: A Dream. Which I hope to make it happen…some day…. not that far away.

What is my Grand Plan?

Ah, tiba tiba saja suara mesra Norah Jones memanggil saya…

Come away with me in the night
Come away with me
And I will write you a song
Come away with me on a bus
Come away where they can’t tempt us, with their lies
 
And I want to walk with you
On a cloudy day
In fields where the yellow grass grows knee-high
So won’t you try to come
 
Come away with me and we’ll kiss
On a mountaintop
Come away with me
And I’ll never stop loving you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.