My Story

I Love My Life

Pernah gak sih merasa pengen akan sesuatu, pengen sekali, tapi gak kesampaian, walau udah berusaha setengah hidup dan setengah mati. Atau pernah gak kamu pengen beli sesuatu, udah ngumpulin duit, udah bela-belain tahan salero hanya demi membeli sesuatu yang sudah diidamkan, eh pada saatnya tiba, gak kebeli juga. Entah uang nya gak cukup, atau uang nya cukup, barang nya gak ada, ataupun kalau ada, entah kenapa udah gak minat lagi.

Atau pernah kah kamu pengen banget mencintai seseorang, udah mengejar setengah mati juga, udah di pas-pas in jadwal nya biar ketemu, udah sabar menanti, eh gak ketemu juga, dan gak jadia juga, dan gak jadi pacar, apalagi jadi istri.

Atau pernah gak kamu pengen banget kerja di perusahaan A yang terkenal, gaji gede, punya fasilitas bagus, tapi kok ya gak lamaran dicuekin aja. Boro boro diterima, dipanggil interview saja gak.

What the heck?

Saya jadi ingat beberapa tahun lalu nonton film Adjustment Biro, yang dibintangi sama Matt Damon dan Emily Blunt. Inti filem nya adalah si cowok ketemu sama cewek di suatu acara, dan jatuh cinta. Namun, menurut tim dari langit yang mempunyai tugas untuk memastikan agar nasib seseorang adalah sesuai dengan yang udah ditulis dalam kitab nya, berusaha memisahkan mereka. Banyak cara nya, misalnya dengan menumpahkan kopi ke celananya, sehingga dia ketinggalan bus dan akhirnya gak ketemu sama cewek itu. Pokok nya segala cara lah agar mereka berdua gak jadian, karena bakalan gak sesuai dengan plan dari bos nya yang di langit sana. Namun si cowok tetep aja kekeuh ngejar tu cowek.. He doesn’t care about what he has been planned for by the boss upthere, sampai akhirnya dia berhasil juga mendapatkan cewek itu menjadi istrinya setelah berhasil mengecoh para “guardian angels ” ….Heheh, ada ada aja ya, namanya juga film.

Itu dunia film. Lalu gimana dengan dunia nyata? Ada pengalaman pribadi barangkali?

Hmm..Let me tell you my story.

“Once upon a time…….. “

Saya cukup beruntung (Alhamdulillah) sudah diterima bekerja di Perusahaan Konsultan Engineering enam bulan sebelum saya lulus kuliah. Saya masih ingat sekali waktu itu, karena lagi bingung mau bikin apa atau tentang apa untuk Tugas Akhir . Begitu lulus, saya sebenarnya mau pindah kerja. Biasalah, mencoba peruntungan ke Perusahaan minyak. Tapi ya itu tadi, boro boro diterima kerja. Dipanggil pun tidak. Eh pernah sekali dipanggil, pas interview terakhir, saya merasa gak cocok dengan posisi yang ditawarkan. Yah, gagal deh. Padahal saya sudah gak mau kerja ditempat yang lama dan mau nyari suasana baru. Intinya sih waktu itu, pokok nya pindah. harus.

Eh, saya malah bertahan di perusahaan tersebut. Malah sempat assignment ke Irvine, California, tugas ke Netherland, singgah setahun di Singapore, sebelum akhirnya pindah menetap di Inggris. Di Inggris, malah sempat ngerasain jadi Direktur atawa CEO perusahaan yang saya dirikan sendiri… 🙂 . What an experience of my life.

Now, if I l stop, look back and think: Apakah itu artinya kalau saya jadi dulu itu pindah ke Perusahaan Minyak yang sangat saya dambakan, ya itu 28 tahun lalu itu, nasib saya akan lain dan gak jadi menjadi penduduk London atau gak jadi Londoner? I don’t know. Maybe yes. maybe not. I just don’t know.

That’s life. C’est La vie. You don’t get what you want, but you get something else which could be what you deserve or something you need it. It could be better than what you want. You just don’t know. You just have to accept it. In my case, I guess, much better beyond my wildest dream.

Saya jadi ingat Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 216, seperti yang saya quote dibawah ini:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Arti: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

That’s life. C’est La vie. You don’t get what you want, but you get what you deserve.

Apa yang bisa diambil pelajarannya?

Menurut saya: Do you best, try to get whatever you want, off course in right way, and with the best possible way. Then leave it to the God to provide you the best possible outcome. One more thing: “Do not asking too much question” ….hehehe yang ini becanda…

Tapi satu yang penting, disamping berusaha tak kenal lelah, jangan pernah lupa untuk senantiasa menjalan perintah Allah SWT, selalu berpikiran positif, senang memberi atau bersedekah (itu juga kalau punya duit), senantiasa menjaga semangat untuk sebisa mungkin membaca Quran, jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu, seberat apapun kondisi hidup anda, seberat apapun cobaanya dan rintangan yang kamu hadapi, serta dimanapun anda tinggal/berada.

You just have to believe in yourself. Kamu harus percaya bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah yang pantes dan terbaik buat kamu. Susah memang menerimanya. Saya juga gak mau terima awalnya. Tapi, entah kenapa, setelah saya diam dan resapi, semuanya jadi indah dan nikmat. Lagi pula, there is not much you can do anyway. It’s happened already, right? So just get on with it, and move on.

Upps, did I tell you about my love experience? Nah, maybe some other time. It’s boring mate.

One thing for sure, I really love my life. Now. Tomorrow. And The days after that.

Categories: My Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.