My Story

Love Her? Prove it.

Do you love your wife? or Do you love your husband? If yes, prove it.

Coba katakan atau buktikan kapan rasa cinta itu muncul. Awal ketemu pasti belum ada rasa cinta kan? Misalnya pas kenalan. Lau mulai jalan berdua. Lalu kapan rasa cinta itu datang? Bisa gak sih di cari data empiris nya? Kapan kamu mulai merasa ada rasa itu didalam dada terhadap dia? Setelah berapa lama berkenalan? Atau love at first sight? Or second sight?

Saya saat ini lagi rutin jogging di treadmill. Niatnya sih mau nurunin berat badan sekalian mengurangi lingkar pinggang. Awal nya berat bener. Males. Apalagi jogging nya pulang kerja. Tapi saya sudah bertekat. Harus. Karena akan ada manfaat tambahan selain menurunkan berat badan, yaitu menjaga Tekanan Darah saya di level normal 120/80, terus juga biar sehat lah yaa.

Empat hari dalamsemingu saya jogging. Gak lam sih. Cuma 15 – 20 menit. Di Treadmill di salah satu ruangan rumah saya saat ini. Hasilnya apa? Nothing. Masalahnya makan nasi tetap saya lakukan. Dua minggu jogging, saya timbang berat badan saya? Hasilnya? Wow. Nothing. Gak berubah. Begitu juga dua minggu kemudian. Tetap. Gimana nih? Nyerah? Kalau saya pikir gak ada gunanya, pasti sudah nyerah. Tapi saya sudah bertekat untuk terus jogging, 15 menit – 20 menit tiap hari selama 4 hari dalam seminggu. 7 bulan mulai terasa beda. Badan lebih fit, berat badan mulai turun, sikit kali. Tapi ada hasilnya. Coba kalau saya tadinya menyerah dan gak mau jogging lagi….

Begitu juga dengan cinta. How do you know that you love your wife and she love you back? Kamu pasti gak akan tahu kapan dia mulai mencintai kamu. Kapan sih ada rasa itu, rasa yang bilang “I Love her” atau “I Love him”. . Apakah ketika kamu mengucapkan selamat ulang tahun pada dia akan bikin dia langsung jatuh cinta pada kamu? Nehi lah. Apakah juga saat kamu ngasih kembang ke dia, kamu saat itulah akan bikin dia falling in love with you? Nop.

Lah, terus gimana dong?

Sama hal nya dengan pekerjaan. Dengan Leadership. Jika anda memang peduli terhadap anak buah, maka anda tentu akan menanyakan dengan sepenuh hati keadaan dia, dan ketika dia menjelaskan: anda juga akan mendengarkan dengan sepenuh hati. Tanya gimana keadaan keluarganya. orang tua nya, anak anak nya dan tentu saja kerjanya, apakah ada yang perlu di bantu, atau ada yang minimal bisa dilakukan untuk meringankan beban kerjan dia. Perhatian kata orang kita. Hal hal yang menurut kita kecil seperti itu lah yang akan menimbulkan Trust antara karyawan dan atasan. Timbulnya rasa “percaya” itu yang bikin seseorang akan bekerja dengan sepenuh hatinya pada sebuah perusahaan. Dia tidak lagi bekerja demi mengharapkan gaji saja, tapi lebih dari itu, dia bekerja karena memang dia senang dengan kerjaannya, karena dia merasa nyaman dengan lilngkungan kantor nya, karena dia merasa akan selalu mendapat dukungan atau support dari boss nya, karena dia yakin akan selalu ada uluran tangan ketika dia dalam kesulitan. Sehingga dia bahkan kadang rela melakukan pekerjaan yang jauh diluar lingkup kerjanya. Situasi seperti itulah yang nantinya akan mampu mewujudkan kerja sama yang rancak. Saat itu lah, kita bisa bilang “I Love my job”..

Kembali ke soal cinta tadi, konsistensi lah yang diperlukan, bukan intensitas. Konsisten dengan ungkapan dan tindakan yang memperhatikan dia, mendengar kan ketika dia bercerita, menanyakan tentang kegiatan dia hari ini: how was her day? Pay attention to small small things. Konsistensi. Bukan cuma menganggap atau menerima dia sebagai hal yang sudah lumrah atau take it for granted sehingga kita cuma mementingkan diri sendiri. Kalau misalkan dia cuek walau sudah diperhatikan, jangan menyerah dong. Semangat terus. Jangan kaya’ Dion yang menyerah. Upps. However, kalau sudah konsisten membina dan mengembangkan rasa cinta dengan melakukan hal hal kecil terus menerus, tapi ternyata sudah 1 tahun lebih gak juga ada rasa cinta, yahhh salah milih orang kali….gak mungkin lah ya…

Ah, sayup terdengar desah lembut lagu ….Cinta..

Cinta akan ku berikan
Bagi hatimu yang damai
Cintaku gelora asmara
Seindah lembayung senja

Tiada ada yang kuasa
Melebihi indahnya
Nikmat bercinta

Categories: My Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.