My Story

Bahagia itu sederhana

Hari ini saya merasa sangat berbahagia. Bersyukur lah pokok nya. Alhamdulilah. Kok bisa? Apa yang terjadi?

Promosi di kantor? Naik gaji? Dapat bonus barangkali? Atau Chelsea juara Champions League? Menang lotre? Hahha..nope. None of them. Kalau dalam soal ujian, salah semua deh..

Apa yang saya rasa pagi ini adalah kebahagian yang jauh melebihi pencapaian saya selama ini. Melebihi kesenangan saat saya dapat kabar Visa Kerja HSMP saya di setujui sama Pemerintah Inggris. Melebihi kesenangan saya saat bisa beli Apartment di central Wimbledon.

Sejujurnya, hari ini saya baru saja mencapai satu “Milestone” dalam kehidupan saya. Sebuah pencapaian yang bikin saya terharu dan sangat menyentuh lubuk hati terdalam saya. Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan akan bisa saya lakukan, sesuatu yang dulunya saya sangat tidak suka, bener lho.

Ya, hari ini saya baru saja berhasil menghapal satu juz Al-Quran, Juz pertama, Surat Al-Baqarah ayat 1 sampai Ayat 141. Menghapal ayat demi ayat beserta artinya. Alhamdulillah. Wow.

Tahu berapa lama saya butuh waktu untuk menghapal Juz pertama itu? Jangan diketawain ya…. 2 tahun…. Ya 2 tahun. Lama sekali yaaaa…

February 2017. Saat itu di pengajian Indo-Aramco di Dhahran, saya pas duduk disebelah ustad Sulhan. Saat itu beliau bicara tentanf anak kecil yang bisa hapal Quran (Hafidz). Saya tanta: “Ustad, apa dia mengerti artinya?” Ustad bilang: Ya gak semua. Mungkin dia tau sedikit, tapi kan gak mesti”. Jawaban itu yang bikin saya tercenung. Hmmm. Sampai dirumah, saya mulai berpikir. Berpikir untuk mencoba menghapal Quran. Kalau anak kecil saja bisa, masak saya gak bisa.

Mulailah cari info dan kabar serta cara nya di Mbah Google. Banyak cara. Bukan tambah jelas, malah tambah pusing. Coba mulai saja dulu, saya bilang. Karena saya juga sambil kerja, dan kebetulan di Project Management lagi yang super sibuk, maka saya putuskan untuk download apps Quran beserta terjemahannya di Samsung saya. Jadi, dirumah dimulai dengan membaca di mashaf, kemudian nanti di kantor atau di mobil mengulangnya dengan menggunakan Samsung saya.

Saya tahu bahwa Juz 1 itu ada 141 ayat. Mulai Alif Lam Mim, dan seterusnya sampai ayat 141. Target saya satu hari satu ayat. Jadi seminggu bisa 7 ayat. Kalau disiplin, harusnya dalam waktu 5 bulan udah selesai, dan hapal bukan?

Bah, Ngomong sih emang gampang. Pelaksanaanya itu lho yang banyak godaannya. Ada saja. Musuh terbesar saya adalah rasa MALAS. Plus juga kerjaan yang sangat demanding. Belum lagi nonton Bola kalau pas Chelsea lagi main. Atau jalan jalan ke mall. Atau pas liburan ke London atau ke Jakarta. Belum lagi kalau anak anak liburan, mereka mesti saya awasi mengaji dirumah selepas magrib, satu persatu. Belum lagi tugas saya dirumah sebagai bapak dan suami.

Nah, banyak kan alasan nya. Hehhehehe. Bisa bikin saya mundur teratur. Atau paling tidak terbengkalai semua rencana satu hari satu ayat tadi. Namun beruntung saya punya teman dekat yang jadi tempat diskusi dan akhirnya membuat saya jadi semangat.

Awal tahun 2017 itu saya ditugaskan ke Abu Ali. Jadi tiap pagi saya nyetir selama 1.5 jam kesana. Walau tersendat, saya mulai menghapal di mobil. Maksudnya mengulang-ngulang atau menambah ayat baru.

Satu hal yang penting menurut saya, adalah kita mesti tahu dulu artinya, baru akan lebih mudah menghapalnya. Jadi, ketika kita mencoba menghapal, kita bisa lebih menghayati apa yang sendag kita coba hapal itu.

Sama saja dengan menghapal lagu barat, kalau artinya kurang paham, susah juga ngapalinnya. Makanya saya selalu lihat terjemahan ayat itu, baru kemudian mencoba menghapal nya. Satu lagi yang penting, saya coba petakan di benak saya bentuk huruf tersebut dan lokasi nya. Jadi ketia membaca bisa terbayang bentuk huruf nya dan tahu artinya.

Dari situ, saya jadi paham maksud dari ayat tersebut. Bahkan, terkadang saya ikut terbawa emosi saat membaca ayat tersebut setelah tahu artinya. Kadang ikut marah, kadang ikut takut, kadang sedih.

Namun juga, kalau sudah maju ke ayat selanjutnya, bisa saja arti dari ayat sebelumnya jadi lupa. Namun bagi saya gak masalah, yang penting saat saya membaca dan menghapal nya kemaren, saya mengerti maksud ayat itu.

Ayat Al Quran itu seperti sebuah syair, ada rhyme nya. Juga kadang ada pengulangan kata/ayat. Jadi kalau ketemu ayat yang sudah kita hapal sebelumnya, jadi seolah dapat bonus. Seneng sekali bisa nambah satu ayat baru.

Nah, kalau kita maju terus ngapal nya, maka semakin jauh, maka ada kemungkinan ayat yang di awal lupa lagi. Makanya, saya selalu menyediakan waktu di weekend untuk membaca mashaf dari awal lagi, kemudian mengulang menghapal lagi.

Namun, ya itu tadi, menghapal Quran itu sangat tergantung kemurahan hati dan keberkahan dari Allah SWT. Tanpa ridho Allah, gak bisa ajaaa.

Orang bilang, kalau masih banyak dosa akan susah menghapal nya. Kalau saya bilang sih, bukannya susah. Tapi perlu perjuangan. Ingat, dengan seringnya kita mengulang-ulang ayat (karena gak hapal-haal), karena kita juga dalam keadaan suci, berarti kita kan makin banyak pahala nya, makin dekat dengan Allah.

Makanya, kalau saya lupa, atau susah bener menghapalnya, saya berpikiran positif: Ah, berarti Allah pengen saya buka Quran lagi, baca lagi, ulang lagi, hapal lagi. Karena baca quran, menghapal nya, bagi saya adalah saat berinterkasi dengan Allah.

Awal nya berat. Tapi begitu dapat “klik nya”, nikmatnya Masha Allah, luar biasa, gak bisa dan gak mau berhenti menghapal. Karena kita paham apa message dari ayat tersebut, Kita tahu apa yang terjadi saat itu, dan kita paham apa yang Allah coba ceritakan pada manusia tentang kejadian di masa itu.

Tapi, saya itu kan suka malas. Kerja super sibuk. Malam masih kadang belajar, olahraga, weekend ke Mall, ngopi, travelling, liburan…..halah banyak godaan.

Tapi Alhamdulillah, hari ini saya selesaikan 141 ayat, dari Juz 1 Surat Al-Baqarah, dalam waktu 2 tahun. Efektif nya berapa hari? Wah gak tahu, Malah ada tiga bulan saya gak nambah ayat, atau gak diulang-ulang. Akhirnya lupa lagi. Ulang lagi dari awal.

Disitulah diperlukan komitment…..Istiqomah…sambil luruskan dan kuatkan niat.

Tugas saya sekarang adalah mempertahankan hapalan ini sambil memulai hapalan ke Juz 2. Untuk Juz 2 ini, saya punya target bisa hapal dalam waktu 1 tahun ke depan. Mudah mudahan bisa lebih cepat, Insha Allah.

Tapi, pencapaian saat ini, sudah luar biasa menurut ukuran saya, yang bagi orang lain mungkin hal yang lumrah dan biasa bisa saja. Namun bagi saya yang cuma orang biasa-biasa dan rakyat jelata, dan dilakukan tanpa melupakan tugas saya sebagai pekerja, suami, bapak buat anak anak saya, dan tanggung jawab bermasyarakat, ya ini merupakan prestasi yang sangat sangat hebat buat saya. Big Achievement.

Makanya tadi diawal saya tulis, rasa gembira, puas, seneng, bahagia nya melebihi kebahagiaan yang pernah saya rasakan selama ini…..Trust me…the feeling soo good…so nice…

That’s what I call Fulfilment. Job Fulfilment. Life Fulfilment.

Alhamdulillah.

disclaimer: tulisan ini bukan bermaksud apa-apa, hanya untuk penambah semangat dan motivasi bagi saya dan anda yang berkenan.

Categories: My Story

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.