Love Your Life

Pernah gak sih merasa pengen akan sesuatu, pengen sekali, tapi gak kesampaian, walau udah berusaha setengah hidup dan setengah mati. Atau pernah gak kamu pengen beli sesuatu, udah ngumpulin duit, udah bela-belain tahan salero hanya demi membeli sesuatu yang sudah diidamkan, eh pada saatnya tiba, gak kebeli juga. Entah uang nya gak cukup, atau uang nya cukup, barang nya gak ada, ataupun kalau ada, entah kenapa udah gak minat lagi.

Atau pernah kah kamu pengen banget mencintai seseorang, udah mengejar setengah mati juga, udah di pas-pas in jadwal nya biar ketemu, udah sabar menanti, eh gak ketemu juga, dan gak jadia juga, dan gak jadi pacar, apalagi jadi istri.

Atau pernah gak kamu pengen banget kerja di perusahaan A yang terkenal, gaji gede, punya fasilitas bagus, tapi kok ya gak lamaran dicuekin aja. Boro boro diterima, dipanggil interview saja gak.

What the heck?

Saya jadi ingat beberapa tahun lalu nonton film Adjustment Biro, yang dibintangi sama Matt Damon dan Emily Blunt. Inti filem nya adalah si cowok ketemu sama cewek di suatu acara, dan jatuh cinta. Namun, menurut tim dari langit yang mempunyai tugas untuk memastikan agar nasib seseorang adalah sesuai dengan yang udah ditulis dalam kitab nya, berusaha memisahkan mereka. Banyak cara nya, misalnya dengan menumpahkan kopi ke celananya, sehingga dia ketinggalan bus dan akhirnya gak ketemu sama cewek itu. Pokok nya segala cara lah agar mereka berdua gak jadian, karena bakalan gak sesuai dengan plan dari bos nya yang di langit sana. Heheh, ada ada aja, namanya juga film.

Nah, dalam agama saya, Islam, itu disebut takdir, sesuatu yang sudah ditulis dalam kitab Lauhul Maufuz 50 ribu tahun yang lalu.

Saya termasuk yang mendebati soal takdir ini. Sejak SMA dulu malah. Dulu, saya naksir cewek jaman SMA dulu. Menurut saya, dia sih membalas juga. Cuma gak pernah jadian. Pas kuliah, saya masih berusaha menemui dia. Tapi tidak pernah berhasil ketemu. Ada aja alasannya. Entah saya yang sibuk kuliah, sibuk main bola, walau kadang setiap habis main bola, saya selalu ngimpiin dia ada bersama saya. Hanya untuk sekedar ngobrol. But, I never see her. Juga ketika lulus kuliah, saat wisuda, saya malah ngarepin dia ada bersama saya. But I never see her. Juga ketika saya mulai kerja di bilangan Pancoran. Juga ketika saya ke Gersik. Gak bisa lupain dia. But I never see her.

Sampai ketika tahun 1995, yup 15 tahun setelah lulus SMA, ketika saya menerima telpon dari marketing sebuah perumahan di Sawangan Depok, yang mengabarkan bahwa uang DP saya belum dibayar. Waktu itu memang saya baru mau beli rumah. Pertama kali dalam sejarah hidup saya bisa beli rumah dari hasil kerja saya yang gajinya gak seberapa. Kaget lah dibilangin uang DP saya belum diteri ma. Langsung saya samperin dia ke kantor nya di Mulia Tower. Itulah awalnya. Agustus 1996, marketing officer yang nelpon saya itu kemudian menjadi istri saya. Sampai sekarang…yang memberikan saya 3 orang anak.

That’s life. C’est La vie. You don’t get what you want, but you get what you deserve. Maybe better that what you want. You just don’t know. You just have to accept it.

Dalam hal pekerjaan, juga begitu. Saya sudah diterima bekerja di Perusahaan Konsultan Engineering sebelum saya lulus kuliah. Begitu lulus, saya sebenarnya mau pindah kerja. Ke Perusahaan minyak lah. Tapi ya itu tadi, boro boro diterima kerja. Dipanggil pun tidak. Pernah sekali dipanggil, pas interview saya ngasih jawaban salah. Yah, gagal deh. Padahal saya sudah gak mau kerja disana. Pokok nya pindah. harus.

Eh, saya malah bertahan di perusahaan tersebut selama 12 tahun, sebelum kemudian pindah ke Singapore, dan dapat Permanent resident di Inggris, bisa beli Apartment di Wimbledon, punya perusahan di Inggris, dan jadi CEO diperusahan sendiri yang bergerak di bidang Konsultan Engineering, dan kemudian malah di tawari jadi Project Management Consultant. I am now living the dream. Apakah itu artinya kalau saya jadi pindah ke Perusahaan Minyak nasib saya akan lain dan gak jadi ke London? I don’t know. Maybe yes. maybe not. I just don’t know.

That’s life. C’est La vie. You don’t get what you want, but you get what you deserve.

Apa yang bisa diambil pelajarannya?

Menurut saya: Do you best, try to get whatever you want in right way and the best possible way. Tapi satu yang penting, jangan pernah lupa untuk senantiasa menjalan perintah Allah SWT, selalu membaca Quran, jangan pernah tinggalkan sholat 5 waktu, seberat apapun kondisi hidup anda, seberat apapun cobaanya dan rintangan yang kamu hadapi.

You just have to believe in yourself. Kamu harus percaya bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah yang pantes dan terbaik buat kamu. Susah memang menerimanya. Saya juga gak mau terima awalnya. Tapi, entah kenapa, setelah saya diam dan resapi, semuanya jadi indah dan nikmat. .

Saya sih gak sempurna. Masih suka protes sama Allah. Wajarlah, saya kan bukan Nabi, jadi sangat banyak amat sekali kekurangannya. Tapi saya tetap bersyukur akan apa yang saya dapati hingga hari ini, walau tidaklah semua keinginan saya. Not what I want. But I enjoy my life. The best I can.

I just love my life.

You’re just too good to be true
I can’t take my eyes off you
You’d be like heaven to touch
I wanna hold you so much

Can’t Take my Eyes off you

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: