Kata siapa kalau sudah berumur 50 tahun keatas susah menghapal Quran? Sahabat nabi aja mulai mencoba menghapal Quran sudah diatas 50 tahun umurnya. Sayidina Umar bin Khatab radiyallahuanhu, contohnya, menurut hikayat, beliau menamatkan hafalan Al-Baqarah dalam waktu 5 tahun.

The point here is : Umur bukan masalah untuk mulai menghapal Quran. Mungkin akan lebih lambat dibandingkan anak remaja. Tapi, kalau mikir the reward dari Allah SWT yang “beyond your imagination”, maka semua kepayahan dan kelelahan itu akan sirna.

Ketika kita memulai, pasti berat. Tapi, kalau kita punya Visi yang bisa kita lihat hasilnya diujung sana, maka semua cobaan dan godaan tadi akan bisa kita rubah menjadi pemicu semangat.

Semua tergantung bagaimana kita membentuk perspective dalam pikiran kita.

Jujur saja memang, godaan untuk konsisten itu berat. Pengalaman saya selama mencoba menghapal Juz 1 di Al-Baqarah: it’s tough..very challenging. Saya sampai butuh 2 tahun untuk sampai ayat 132, not even 1 Juzz ( soalnya Juz 1 sampai ayat 141…).

Pertama berat, tapi begitu mulai, it feels good. Harus baca artinya terlebih dahulu, baru enak menghapalnya. Kalau gak tau artinya, agak susah juga menghayatinya. Kalau sudah hapal, kita jadi tau arti dari ayat yang kita baca, walaupun kadang suka lupa kata per kata.

Satu hal yang penting, ketika menghapal, haruslah betul langsung tajwid nya, dan kalau bisa irama nya yang pas dan enak. Karena kalau sudah salah, repot buat balik lagi.

Nah, kalau untuk menghapal kata baru, saya suka mencari padanannya dalam bahasa sehari hari saya. Sehingga jadi cepat ingat dan lengket di otak.

Saya menggunakan Quran Apps di HP saya untuk memorize nya, tapi jika mengulang, saya gunakan Madinah Mushaf, yang satu halaman itu selesai ayat nya, dan tidak kepotong ke halaman berikut. Ini penting buat saya, karena saya jadi bisa mem-visual kan dalam otak saya ketika membaca nya. Kita bisa tahu apakah ayat ini di awal halaman atau di tengah atau diakhir, dan kita bisa tau juga jika ayat ini merupakan ayat terakhir di halaman 10, misalnya, dan ayat selanjutnya akan ada di awal halaman 11.

Karena satu juz itu kira kira 20 halaman, jadi bisa ngebayangin kah kita lagi di halaman berapa dan akan berapa lama lagi menuju finish line.

Tip yang lain yang saya pikir berguna: ketika menghapal, bayangkan lah kalau kita lagi audisi didepan Allah, bukan didepan orang lain. Bagi saya itu penting, karena akan menata keikhlasan saya. Lagi pula, kita menghapal Quran kan bukan buat dipuji orang toh, tapi buat Allah semata. Paling tidak, itu prinsip saya. Terserah saya kan ya, gak boleh protes… 🙂

I am still long way. Very long way.

Bottom line: It’s not hard, it’s fun. Tapi, mesti sediakan waktunya, gak bisa sambil masak misalnya, atau sambil nonton TV 🙂

Selamat mencoba

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: