My Story

Power of Hope, tapi bukan PHP

Dalam sebuah rapat di kantor pada suatu waktu, pembahasan sedang serius-serius nya. Delay soalnya project yang sedang kami kerjakan. Kontraktor sudah berupaya memberikan penjelasan kenapa delay,  tapi memang banyak faktor sih baik dari sisi Engineering maupun Construction. Namun seperti biasa, si boss mana mau tahu. Habis sudah si kontraktor Project Direktur dan Project Manager kena marah atau dalam bahasa kita di lapangan: “He has been showered by the boss”.

Kalau sudah begitu, semua jadi diam. Gak ada yang berani ngomong. Saya yang duduk beberapa jarak dengan bos, juga gak bisa ngomong. Habis gimana lagi. Emang project nya delay. Kontraktor Project Manager sama team mereka juga hanya bisa diam, kena “shower”lah ibaratnya. Kuyup kuyup deh.

Saya waktu itu masih Lead Project Engineer, namun saya masih punya bekal ilmu teknis yang saya dapat selama di London dan Jakarta dulu. Saya berpikir keras, sambil dengerin si bos ngomelin si kontraktor. Kasihan juga sebenarnya.

Lama saya berpikir apa yang harus dilakukan. Dari dua malam sudah coba cari solusinya. Sepertinya ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk me rectify problem ini. Yah paling tidak bisa menyelesaikan satu masalah lah agar progress bagusan dikit. Cuma belum jelas banget apa yang akan saya lakukan. But it’s there. The believe its there.

Entah kenapa, tiba tiba saya ingin ngomong. Saya tunggu saat si bos sedikit jeda ngomel nya. Langsung saya sela dia.

“Excuse me. I think I have something in my mind which could solve this issue. At least can lead to find the way to solve this problem. Let me sit with their Engineering Manager, and we will discuss. I still believe we can find the solution.” Entah dapat darimana keberanian untuk ngomong itu. Pun saya belum tahu apa solusi nya. Tapi saya kok yakin pasti ada jalannya.

Si boss ngeliat saya.

“What do you have in your  mind” tanya dia, masih ada nada galak sisa marah tadi dalam suaranya. Hampir jiper  gua. Tapi saya berusaha tenang, dan kemudian mencoba memberikan gambaran umum apa yang akan saya lakukan dengan engineering manager nya kontraktor itu. Paling tidak akan bisa me mitigate delay dam sekaligus solve the problem. I am planning to do something, not sure ye in detail , but I believe I can find the way. Still in general, but it could be the win-win solution.

SI boss menatap saya.

“Fine” agak melunak suaranya. Saya tahu boss ini sangat percaya dengan kemampuan teknis saya, that’s the key.

“Look.” dia ngomong saya Project Manager kontraktor.

“Donny will work with your Engineering manager to find a solution to this issue. Better provide him with any support he wanted”

Saya mencoba becanda sikit. “Off course not all I want” sambil tersenyum.

Suasana meeting pun mulai mencair.

Selesai meeting, si Engineering Manager nanya saya. “Do you have something in your mind, Donny”

“No” saya bilang. Not Yet. But we will find it. Don’t worry” walau dalam hati saya juga bingung. Tapi saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah “Give them hope. Show that you are with them and we can work together to solve this issue. There is nothing impossible in this life, senyum saya.

Dia tersenyum. Thank you.

Donny always smile no matter how high the pressure at the job, kata teman sejawat, maupun kata Project Manager kontraktor saya. Saya selalu berusaha untuk tetap optimis dalam setiap kondisi kehidupan. Betapa pun berat nya situasi, saya selalu berusaha optimis. Dan itu menyebar ke anak buah maupun ke rekan kerja yang lain.

Dengan menebarkan semangat untuk tetap optimis, saya berharap akan timbul energi positif di sekitar saya yang tentunya saya harapkan akan bermanfaat bagi semua.

Always giving a hope, selalu berikan harapan, asal saja jangan Harapan Palsu…halahhh… 🙂

Hope to change for the better.

Harapan agar orang-orang jadi lebih semangat didalam menjalani kehidupannya untuk lebih sukses.

Ingat surat Al-Insyirah khususnya: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا, : sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Surat ini melapangkan hati karena kita yakin bahwa Allah akan memberikan kemudahan dibalik kesulitan, tentusaja agar kita terus dan senantiasa bekerja, berkarya segiat mungkin dan tidak lupa mengerjakan perintah Allah SWT dan manjuahkan dari larangannya….

Categories: My Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.