My Story

Father: Leader at Works, Leader at Home

Menjadi leader itu gak gampang. Makanya gak semua orang mau dan bisa jadi Leader. Sama halnya dengan jadi Ayah atau Bapak. Gak gampang. Makanya banyak yang gak mau dan gak bisa jadi Ayah.

Seseorang bisa saja jadi Manager dan orang akan ikut perintah dia. Tapi dia belum tentu jadi leader. Orang bilang untuk jadi leader mestilah butuh kharisma, vision dan lannya. Bagi saya, hal itu gak penting banget. Sesoerang bisa saja gak punya vision bukan berarti dia gak bisa jadi Leader. Itu bisa dipelajari.

Dan perlu juga diingat, bahwa untuk jad Leader tidak lah perlu posisi. Tidak lah perlu menunggu jadi Manager lalu anda baru boleh jadi Leader. Tidak. Leader adalah pilihan. Jika anda care pada teman sejawat anda, care pada tetangga, dan care pada keluarga, dan mau berbuat seusatu buat mereka, anda sudah sudah menjadi Leader. Tidak lah anda harus berkorban buat mereka, tetapi jika diperlukan, seorang Leader siap untuk itu.

Satu karakter  yang penting harus dipunyai oleh seorang Leader adalah: Courage, keberanian. Karena jadi Leader itu berat. Seorang Leader harus berani, jika memang diperlukan, mengenyampingkan  kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang lain. Bahkan tak jarang Leader harus rela di berhentikan demi melakukan kebenaran. Berat memang. Makanya gak semua orang mau jadi Leader. Resiko nya tinggi. Seseorang Manager, belum tentu dia berani mengambil keputusan yang membela anak buah jika itu akan berakibat fatal buat dirinya. Biarin aja anak buah nya yang keleleran asal dia selamat. Itu jelas bukan seorang Leader.Karena jadi Leader adalah sebuah pilihan yang sadar akan konsekuensinya. Resikonya. Kita akan turut perintah boss kita karena dia Manager yang memang punya auhority dan power. Juga karena kita memang di gaji sama perusahaan untuk melakukan pekerjaan yang bisa saja si boss yang memerintahkan. Tapi kita tidak akan mengikuti dia begitu saja.

Jadi Leader itu harus berani maju dan mengakui bahwa jika tim nya yang ikin kesalahan, maka itulah kesalahan dia sebagai leader dan mau menerima kegagalan tersebut. Disisi lain, ketika tim nya sukses, maka Leader harus berani bilang bahwa ini adalah kesuksesan anak  buah nya. Nothing for leader. Just happines inside your heart that other people succeed.

Jadi Leader juga harus senantiasi memperhatikan perkembangan anak buah. Melihat kondisi dan situasi mereka yang bisa saja menyebabkan performance mereka jelek dan mengajak dia bicara ketika hal itu terjadi. Selalu menyiapkan development bagi anak buah. Memikirkan gimana caranya agar anak buah bisa berkembang lebih baik dan lebih pesat lagi dari dirinya, dari kemaren. Keinginan untuk bahagia melihat anak buah maju dan berkembang itu lah yang harus dipunyai oleh seorang Leader, bukannya malah menghambat dan menyetop development anak buah. Bukannya memecat anak buah kalau performance nya jelek.

Jika Leader sudah mampu menciptakan suasana nyaman dalam bekerja dimana anak buah akan bisa berekpresi dengan bebas dan sukacita untuk berkarya sehebat mungkin tanpa harus takut akan dijegal atau ditekan tanpa alasan, maka saat itu lah telah tercipat adanya rasa TRUST diantara sesama team dan dengan Leader nya. Jika Trust sudah tercipta, maka Great result is coming. Trust tercipta setelah adanya perasaan aman dalam diri sebuah organisasi.

Demikian juga di rumah tangga. Seorang Ayah adalah Leader bagi istri dan anak anak nya. Dengan menciptakan rasa TRUST dan AMAN didalam keluarga yang timbul dari seorang Ayah yang berkarakter leader, maka percayalah, akan mekarlah bunga bunga indah didalam rumah tangga. Ketika sang Ayah senantiasa menciptakan suasana kondusif dalam rumah, menciptakan rasa aman bagi anak anak nya untuk berkarya dan ber kreasi tanpa harus takut akan di bully atau di hardik ayah nya, ketika Istri yakin akan kehangatan yang diberikan oleh sang suami tanpa batas, tapa harus takut akan dilecehkan atau di cemeehkan, maka saat itu lah timbul rasa percaya dan aman: TRUST dan SAFE. Bagi Ayah, bukan lagi saat nya untuk maju mencari kebanggan diri sendiri. Ini lah saat nya sang Ayah untuk menjadi Leader bagi anak anak dan istri nya. Menjadi pembimbing istri dan anak anak, menciptakan suasana saling menghargai dengan istri dan anak anak, dan mengedepankan kepentingan istri dan anak anak diatas kepentingan kita. Dan yang penting lagi, siap sedia maju membela kepentingan istri dan anak anak. Lupakan ego.

Kan katanya sang Ayah pulang kerja capek dan minta dilayani dan gak mau diganggu sama urusan anak anak dan rumah tangga. Udah dikantor capek, kena marah sama bos, dijalannan macet, sampai di rumah, rumah berantakan, makanan yang dihidangkan tidak siap atau nggak enak. Gimana mau nyaman di rumah?

That’s the KEY.

Inilah hubungannya antara TRUST dan SAFE di kantor dengan TRUST dan SAFE di rumah. Jika ayah nya merasa aman dan nyaman dalam bekerja, maka sudah bisa dipastikan bahwa sang Ayah akan pulang dengan membawa rasa bahagia dan kehangatan bagi keluarga nya.

Makanya saya sangat percaya bahwa pekerjaan yang nyaman akan menghasilkan keluarga yang nyaman pula.

Jadi, kita harus senantiasa menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif sehingga ketika pulang ke rumah, Ayah akan menyebarkan rasa aman dan nyaman serta produktif itu ke dalam rumahnya.

Disitulah dibutuhkan Leader di kantor, Leader di rumah. That’s the Father.

Once you got their trust, then they will love you. They will adore you. And They will do whatever you tell them because they know they have your trust and love to them.

——-

The one thing I’m sure of
Is the way we make love
The one thing I depend on
Is for us to stay strong
With every word and every breath I’m praying
That’s why I’m saying,

——–

Categories: My Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.