Sudah jadi kebiasaan kalau setiap ketemu teman baik teman satu kuliah dulu maupun teman SMA, kita akan saling tukar pertanyaan tentang kabar masing masing, dan tentu aja kita tanya gimana kerjaan. Kalau kita jawab, I Love my Job, kita pasti bilang, wah beruntung banget lu ya. Ini kan menunujukan seolah olah yang lain gak begitu. Seolah olah Love My Job itu menjadi sebuah privilege, ibarat menang lotre.

Seharus nya gak begitu. Salah kaprah.

Bagi saya, I Love My Job adalah sebuah sebuah fulfilment. Sebuah pencapaian terhadap sesuatu yang memang kita inginkan dan kita harapkan. Pendek kata: kepuasan. Dalam dunia kerja, fulfilment adalah suatu kepuasan yang didapat ketika kita bekerja pada sebuah perusahaan. Makanya kita bisa dengan enteng nya bilang kepada orang: I Love my job.

Sebagai pekerja, kita mempunyai hak untuk meminta kepada kantor agar di siapkan lingkungan kerja yang kondusif yang bisa membuat karyawan bekerja dengan tenang sehingga bisa berkreasi dan berinovasi demi kemajuan perusahaan.

Sayangnya, gak semua kantor bisa seperti itu. Menurut teory yang dikembangkan oleh Harvard University tentang Sharholder Supremacy di akhir tahun 1970, yang mengedepankan pendapat bahwa PHK besar besaran adalah hal yang perlu dilakukan demi mengamankan keuangan perusahaan, atau mass layoff to balance the book. Good in short term but not in long term.

Sebuah perusahaan haruslah mengedepankan pertumbuhan dan pengembangan karyawan dibanding dengan revenue. People first, and then money.

Memang CEO selalu berkoar…our first priority is our employee. Tapi dalam praktek nya mereka memberikan prioritas seperti berikut:

  1. Growth
  2. Shareholder Value
  3. Customer
  4. Employee

Terbalik kan? Atau omong doang.

Seharusnya, jika Employee nomor satu, maka employe akan take care customer, yang pada gilirannya akan meningkatkan revenue yag pasti saja bikin Shareholder happy dan growth pun dapat.

Mengerjakan sesuatu yang anda suka dan enjoy dan dapat duit adalah sebuah fulfilment. Besar kecilnya duit itu relatif ya.

Saya jadi ingat film kartun Tom & Jerry, dimana pada suatu kisah si Tom dapat warisan 1 juta dollar, tapi dengan satu syarat, dia tidak boleh menyakiti si Jerry, seberapapun nakalnya si Jerry. Nah, kebetulan si Jerry ikutan baca tuh surat wasiat. Dasar si Jerry yang iseng, mulailah dia bikin ulah iseng untuk menyakiti dan menggoda si Tom. Dan setiap Tom bersiap memukul dia, maka dengan enteng nya dan sambil cengegesan pula, si Jerry menunjukan copy surat wasiat yang mensyaratkan Tom untuk tidak boleh menyakiti si Jerry. Dan itu berulang terus. Sampai si Tom frustasi. Dan saking frustasinya udah sampai puncak, sambil muka geram, dia merebut surat wasiat dari tangan si Jerry, dan kemudian mencabik-cabik surat itu  sambil disaksikan Jerry yang bengong.

Apa kata si Tom: I don’t have that much money but I can do what I want and make me happy: Chasing you.. dengan serta merta dia mengejar Jerry yang lari ketakutan.

Now, do you love your job?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.