Being Leader is a choice as Being Parent

Jika anda mendapat promosi dari jabatan anda, bukan berarti anda menjadi leader. Yang pasti anda mendapatkan wewenang atau authority yang lebih besar, that’s all.

Menjadi Leader sama hal nya dengan menjadi Parent, jadi Ayah, dimana anda sekarang mempunyai tanggung jawab terhadap manusia, bukan cuma minta hasil output saja, bukan cuma minta profit saja, tapi anda juga bertanggung jawab terhadap “development” dari manusia yang kebetulan jadi anak buah anda.

Sebagai Leader, anda harus punya keinginan agar anak buah anda itu maju dan berkembang serta tumbuh kepercayaan dirinya. Anda ingin dia sukses melebihi kesuksesan yang ada dalam benak dia.

Sama dengan jadi Ayah, anda juga ingin anak anda sukses dan berhasil, percaya diri, kuat pisik dan mental nya, anda siapkan dia untuk siap menghadapi dunia kedepan. Anda bimbing dia.

Jika anak buah anda menunjukan performance yang menurun dan tidak bagus, ya jangan di omelin dan dimarahin ndak ada juntrungannya. Anak buah yang menurun prestasinya pasti ada sesuatu yang terjadi. Tanya dia. Ajak dialog. Counsel dia. Siapkan program pelatihan untuk meningkatkan performance nya. Jangan malah di pecat.

Lha kalau anak anda bermasalah di sekolah atau di lingkungan nya, masak mau dipecat dan ditaroh ke Panti Asuhan. Ndak bener itu. Yang ada: bimbing dia, ajak dia ngobrol, cari tahu permasalahannya, dan berikan dukungan dan bimbingan sepenuhnya, kalau perlu panggil guru les tambahan, misalnya.

Being Leader is a choice as being Parent.

Once you chose it, take with full of responsibility and be a Great Leader.

Once you are Great Leader, you kids will love you, your wife will adore you, your people will care for you.

 

Leave a Reply