What kind of Leader are you?

What Kind of Leader are you?

Suatu waktu saya pernah menghadiri sebuah rapat di kantor saya yang dulu. Yang hadir waktu itu termasuk petinggi kantor lah, selevel nya Manager. Kita lagi rapat dengan Direktur sebuah perusahaan kontraktor yang sedang mengerjakan salah satu proyel kita dan kebetulan juga performance nya jelek. Delay lah pokok nya kerjaanya.

Seperti biasa, ada sejuta alasan dikemukakan oleh sang Direktur, yang kita semua juga sudah tahu. Lalu si bos memberikan perumpamaan dalam sebuah balap kuda, jika ada 4 kuda pacu, yang tiga bisa sampai ke finish, sedang yang satu masih terseok seok dibelakang, bukan berarti track nya yang salah kan dan juga bukan berarti track nya kebanyakan Lumpur atau gak rata, misalnya. Kenapa yang tiga bisa sampai finish jauh diatas dia sedangkan dia masih aja dibelakang.

Lebih jauh si bos bilang, bahwa dia pernah ikut meeting sama Senior VP dengan Manager dan General Manager.  Dalam pertemuan itu, si Sr. VP udah jemu kali mendengar sejuta alasan dari Manager nya atas keterlambatan project nya sampai dia bilang: Kalau kamu gak bisa menyelesaikan project ini, saya akan cari orang yang bisa.  Artinya sama aja kan dia bakal digeser sama sang Sr. VP?

Saya lalu mikir, what kind of leadership he has?

Leader seperti apa dia jika dia udah ngasih ultimatum seperti itu? Leader seperti apa yang cuma tahu nya angka angka saja, tau nya cuma target tercapai saja tanpa mau peduli gimana cara dan kenapa bisa gak tercapai?

Seorang leader harus mampu menciptakan situasi lingkungan yang kondusif dan nyaman serta aman bagi bawahannya untuk bekerja dan berkarya tanpa harus ada rasa takut ketika dia gagal misalnya.  Lingkungan dimana dia tidak takut untuk bilang: Maaf pak..saya gak bisa nih..tolong dong di bantu.

Lingkungan dimana dia bisa bebas tanpa takut dan happy untuk mengangkat tangan: Pak …Saya udah buntu nih..gak bisa lagi…tolong dong..

Seorang leader yang baik dan bagus harus mampu menciptakan lingkunga itu. Baik di kantor apalagi di rumah.

Ciptakan suasana nyaman dan ramah di lingkungan kerja dan rumah sehingga anggota kita bisa membuang jauh rasa takut dan bebas berkarya dan mengekspresikan dirinya.

Seorang istri akan dengan mudah dan nyaman nya bilang sama suami: Pa…mama capek nih hari ini..kita gak usah masak ya..atau anak nya bilang..Pa…tadi disekolah saya dimarahin guru karena lupa bikin PR. Susah soalnya. Tolongin dong Pa…

Semua itu hanya bisa tercapai jika suami berhasil menciptakan suasana nyaman dan rasa aman yang di rasakan istri dan anak sehingga mereka PD untuk mengungkapkan perasaan mereka dan curhat sama papa nya tanpa harus takut dimarahin atau disindir.

Terus terang sindiran yang mungkin dikira sepele akan melemahkan hati dan merusak hubungan. Dan jika itu dilakukan tiap hari…yahh..siap siap aja deeh…

Nah, membangun suasana nyaman yang bakalan membangkitkan gairah komunikasi dan tentunya produktifitas itu lah tugas utama seorang Leader. Ciptakan suasana nyaman yang kondusif dan hangat. Tetap lah jaga suasana itu, kembangkan rasa saling menghargai terhadap anak, istri, dan juga rekan kerja di kantor.

Develop trust and empathy. Maintain it. You will succeed.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s