Standard Pipe Support

Standard Pipe Support 

Seperti sudah dikemukakan pada bagian awal, standard support adalah jenis pipe support yang sudah umum digunakan dan bisa digunakan berulang-ulang disembarang lokasi tanpa harus melakukan perubahan bentuk, tentu saja selama masih sesuai dengan kriteria penggunaannya.

Salah satu keuntungan dari standard support ini adalah bisa menghindari pembuatan gambar support yang banyak walaupun sebenarnya perbedaan antara satu dengan lain tidaklah begitu besar, disamping itu bisa memudahkan dalam produksi pipe support.

Didalam sebuah proyek Migas, umumnya mempunyai banyak jenis standard support yang dikumpulkan didalam satu dokumen yang dinamakan Pipe Support Standard Drawings.

Dokumen ini berisi gambaran secara lengkap mengenai segala jenis support yang digunakan, termasuk memberikan petunjuk dan instruksi tentang hal-hal yang mesti diperhatikan ketika membuat support tersebut di lapangan atau di fabrication shop.

Berikut ini akan ditampilkan beberapa tipe tandard support yang paling banyak digunakan, yaitu:

SHOE

Shoe adalah jenis support yang berfungsi untuk menahan beban dan berat pipa dari arah vertical. Pada sebuah pabrik, secara umum ada dua jenis pemipaan yang ada berdasarkan bentuk fisiknya, yaitu pipa yang tidak dibungkus insulasi, dan pipa yang harus dibungkus oleh insulasi dengan tujuan untuk keselamatan pekerja dan petugas operasional sekaligus menjaga temperature fluida didalam pipa.

Untuk pipa yang tidak dibungkus insulasi atau pipa yang kadng hanya cukup dilapisi oleh pelindung (personal protection), maka si pipa bisa langsung “duduk” pada support seperti pada “beam, structure, atau pada pondasi”. Artinya, si pipa boleh saja bersentuhan dengan supportnya tanpa harus melalui perantara.

Sebaliknya, untuk pipa yang karena alasan kemanan sekaligus alasan teknis untuk melindungi dan menjaga temperature fluida didalamnya, maka sang pipa tidaklah boleh langsung duduk menyentuh tumpuannya, atau beam, structure, pondasi melainkan harus melalui perantara, yaitu harus menggunakan sepatu atau Shoe.

Shoe umumnya terbuat dari bahan yang sama dengan bahan pipa, yang utamanya adalah carbon steel. Dan biasanya shoe tersebut di las ke pipa.

Untuk pipa yang berbahan selain carbon steel, maka jenis shoe yang digunakan adalah tetap berjenis karbon steel. Hanya saja shoe tersebut tidaklah boleh di las ke pipa yang bukan karbon steel tersebut, melainkan hanya menggunakan clamp, yang diikatkan ke sekeliling pipa.

Shoe yang digunakan mempunyai ketinggian yang berbeda tergantung kepada ketebalan insulasi yang digunakan pada pipa yang tentu saja sangat tergantung kepada besrnya temperature fluida dan diameter luar pipa.

Sesuai dengan ketentuan yang biasa berlaku dan tentu saja hokum perpindahan panas, bahwa semakin tinggi temperature fluida didalam pipa, maka semakin tebal pulalah insulasi yang dibutuhkan untuk menjaga agar temperature fluida didalam pipa sesuai dengan persyaratan, yang pada gilirannya akan membuat shoe pun semakin tinggi.

Ada tiga jenis Shoe yang biasa digunakan dalam industri migas, yaitu

  1. Shoe untuk Pipa Cryogenic atau Cold Shoe:

Shoe jenis ini adalah shoe yang diperuntukan bagi pipa yang mengalirkan fluida bertemperatur diantara minus 195oC sampai +82oC. Shoe ini berbeda dengan shoe untuk pipa bertemperatur panas, dalam hal mempunyai bahan Polyurethane Foam (PUF) yang juga berfungsi sebagai penahan beban pipa.

Seperti halnya jenis support lain, Cold Shoe ini juga memppunyai batas beban yang diijinkan yang boleh diberikan kepada Cold Shoe, sesuai dengan ukurannya.

Pada umumnya, adalah suplier atau manufacturer atau juga sang pembuat Cold Shoe ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa disain, integritas, pemilihan material dan kompisisi kimia, serta kekuatan pengikatan (bonding joints) dari cold shoe adalah sedemikian sehingga mampu untuk menahan beban yang memang sudah ditentukan untuk setiap jenis Cold Shoe sesuai dengan ukurannya dan dapat bekerja sesuai dengan umurnya tanpa mengalami gangguan seperti meresap nya uap air, dan gangguan lainnya.

Secara umum, Cold Shoe adalah jenis suppport yang lebih rumit dari pada hanya sekadar shoe biasa. Hal ini karena adanya bahan Pulyurethane Foam (PUF) yang sangat berguna melindungi pipa dari resapan temperatur luar yang bisa mengganggu fluida didalamnya.

Karenanya Cold Shoe ini mempunyai lapisan-lapisan PUF yang akan melindungi pipa beserta isinya, dan juga akan dilapisi oleh pelindung yang terbuat dari logam (metal), yang disebut juga dengan nama Metal Protection Jacket. Biasanya bahan dari lapisan pelindung ini adalah Aluminium.

Disamping itu, cold shoe juga mempunyai suatu lapisan yang akan menjadi penghalang masuknya resapan uap air atau disebut juga dengan vapour barrier.

Contoh Cold Shoe Support untuk pipa ukuran 3 inchi ke bawah: potongan penampang

 

Contoh Cold Shoe Support untuk pipa ukuran 3 inchi ke bawah: pandangan dari samping

 

2. Shoe Yang Dilas (Welded Shoe):

Welded Shoe adalah shoe yang pada penggunaanya dilas pada pipa. Biasanya digunakan pada pipa Carbon Steel yang mempunyai temperature antara -29 C sampai 200 C.diatas temperature ambient.

Welded Shoe ini mempunyai batas beban yang boleh diberikan untuk setiap jenis sesuai dengan ukuran diameter pipa yang ditahannya. Pipe Support Engineer akan mengeluarkan daftar yang berisi beban yang diperbolehkan untuk setiap ukuran diameter pipa.

Secara umum ada da jenis welded shoe ini, yaitu welded shoe yang mempunyai lapisan penguat atau reinforcing pad yang dilas pada pipa sebelum shoe.

Biasanya, reinforcing pad diperlukan pada shoe yang akan digunakan untuk pipa baja tahan karat (stainless steel), walaupun bisa saja digunakan untuk pipa berbahan baja karbon (Carbon Steel) yang sepenuhnya merupakan keputusan dari Pipe Support Engineer.

Contoh Welded Shoe dengan Re-Pad

 

3. Shoe Yang Tidak Dilas (Clamped Shoe):

Clamped Shoe adalah shoe yang pada penbggunaanya tidak dilas pada pipa, melainkan dibuatkan clamp yang kemudian akan dipasangkan disekeliling pipa.

Biasanya digunakan pada pipa Baja Stainless (Stainless Steel) atau baja paduan lainnya. Karena shoe ini terbuat dari bahan Carbon Steel, maka sebisa mungkin tidak dilakukan pengelasan dari shoe carbon steel kepada pipa stainless steel atau alloy steel tadi.

Walaupun demikian, clamped shoe ini juga sering digunakan untuk pipa Carbon Steel.

Salah satu kegunaan lain dari clamped shoe ini adalah kemampuannya untuk menghalangi pipa dari bergerak keatas (beban keatas) pada waktu operasi, disamping juga bisa digunakan sebagai guide untuk pipa vertikal, walaupun terbatas untuk pipa kecil.

 

Contoh Clamped Shoe Support

 

4. GUIDE:

Guide adalah jenis support yang berfungsi untuk menahan pipa dari pergerakan arah lateral.

Guide biasanya dibuat dengan meggunakan beam material yang dipotong sesuai dengan kebutuhan. Umumnya guide diambil dari bahan carbon steel dan bisa digunakan untuk pipa berinsulasi maupun pipa yang tidak memakai insulasi. Hal ini karena secara fisik, tidak ada kontak antara pipa dengan material guide ini.

Berbeda dengan shoe yang bisa ditempatkan pada setiap lokasi tumpuan (pipe support) sesuai dengan jarak antar support yang sudah disetujui, guide tidaklah bisa ditempatkan disetiap titik tumpuan.

Lokasi guide biasanya ditentukan oleh stress engineer, baik untuk sistim pemipaan yang harus dilakukan analisa formal maupun untuk sistim pemipaan yang masuk kategori B dan C.

Guide, seperti halnya Shoe juga mempunyai batas beban yang diijinkan sesuai dengan peruntukannya.

 

 

Contoh Guide Support

 

5. LINE STOP

 Line Stop atau sering juga disebut dengan limit stop adalah jenis support yang mempunyai fungsi untuk menahan gerakan pipa dalam arah aksial atau longitudinal.

Karena fungsinya yang harus menahan pergerakan pipa arah aksial atau arah sumbu pipa, maka line stop ini harus di las ke pipa, jika ini adalah pipa yang tidak menggunakan insulasi, atau di las ke shoe jika digunakan pada pipa berinsulasi.

Line Stop didisain sesuai dengan peruntukannya dan dengan demikian mempunyai batasan besarnya gaya atau beban yang bisa diberikan atau diterima. Jika ternyata beban atau gaya yang terjadi melebihi batas yang diijinkan, maka biasanya akan dibuatkan support tersendiri yang nantinya akan masuk kategori special support.

Contoh Line Stop Support

 

6. ANCHOR

 Tipe support ini adalah tipe yang berfungsi untuk menahan gerakan pipa dari segala arah, baik arah vertical, arah lateral maupun arah aksial atau arah longitudinal.

Ada beberapa macam cara penggunaan jenis support ini, tergantung persyaratan dari piping stress engineernya.

Umumnya, anchor support diletakkan pada bagian tertentu suatu sistim pemipaan, misalnya pada posisi ditengah antara dua buah ekspansion loop, atau pada posisi disekitar equipment yang bertujuan untuk melindungi equipment dari gaya dan pergerakan pipa yang berlebihan.

Untuk lokasi di dekat equipment, biasanya jenis anchor ini haruslah dipilih secara hati-hati, dan sebisa mungkin tidak memilih anchor yang bersifat kaku atau yang menggunakan pengelasan. Penggunaannya bisa dengan menggabungkan atau mengkombinasikan antara tiga jenis support terdahulu.

Misalnya dengan menggabungkan antara Shoe, Guide dan Limit Stop. Penggabungan ketiga support tersebut sudah memenuhi persyaratan anchor yang menghendaki dihambatnya gerakan pipa di semua arah sumbu.

Sedangkan untuk anchor support yang berada di daerah selain equipment, maka boleh menggunakan anchor yang dilakukan pengelasan.

Namun banyak perusahaan EPC yang lebih senang atau lebih menykaui menggunakan cara tadi, yaitu menggabungkan ketiga jenis support yang berfungsi sebagai anchor.

 

Leave a Reply