Nobody Said It was Easy

Pernahkan anda sudah berusaha dengan mati matian, udah bertekat untuk membeli sesuatu dan sudah nabung dengan semangat baja agar bisa membeli yang sangat didambakan, tapi kok ya gak bisa bisa. Ada aja halangannya.  Temen minjam duit lah karena butuh banget buat hidupnya. Saudara sendiri tiba tiba WA mau pinjam duit. Pokok nya ada aja yang membuat tabungan gak sampai sampai untuk membeli yang kita inginkan itu.

Jika pernah ngalamin hal itu, percayalah, itu salah satu petunjuk dari Allah bahwa apa yang kamu maui itu gak cocok buat kamu. Allah itu maha tahu. Cuma sayangnya, kita manusia suka sok tahu, jadi nya menafikan petunjuk Allah itu, dan masih aja ngotot untuk berusaha membeli hal yang dia idamkan itu.

Terus gimana dong? Mesti berhenti berusaha nabung atau berhenti mengejar yang kita cita cita kan itu?

Hmm…gak harus mesti sih. Cuma, kita pasti bisa merasakan hal itu. Hati kita pastilah peka dan bertanya kepada diri sendiri kenapa dan kenapa. Kecuali kalau hati nya udah di tutupi oleh ambisi, ya susah ngomong nya. Namun, kita biasanya tahu lah…merasa lah, kalau sudah berkali kali gagal, berarti memang gak pantas buat beli mobil mewah, misalnya.

Saya pernah mengalami hal itu. Sejak pindah ke kota Jakarta tahun 1985, saya sudah pengen meninggalkan Jakarta. Ikut test nya BPPT untuk beasiswa ke Jerman. Gagal. Akibat nya kuliah ogah ogahan. Akibat nya IPK cuma 2.29. Itu pun butuh 5 tahun untuk lulus S1 jadi Tukang Insinyur.

Lulus, pengen kerja di Perusahaan minyak, gagal. Akhirnya malah terus terdampar di Perusahaan Engineering IKPT sejak lulus sampai 13 tahun lamanya. Selama itu jangan dipikir saya gak ngelamar ngelamar. Wah, ngelamar mah jalan terus. Cuma ya itu, hanya empat kali dipanggil interview, semuanya gak jadi.

Lama lama saya pikir, jangan jangan jodoh saya disini. Kerja disini aja lah don, gak usah banyak gaya pakai acara kirim lamaran segala. Akhirnya saya memutuskan untuk berkarir di IKPT aja lah. Low profile. Stop kirim lamaran.

Lah, tiba tiba saja, besok pagi saya bangun, saya udah di Singapore. Maksudnya ya gak seperti itulah… 🙂

Yang jelas saya pindah ke Singapore.

Kemudian ke Inggris.

Apa kah itu semua saya rencanakan? No lah. Nehi. Saya kan bukan dari keturunan kaya yang bisa seenak perutnya pergi keluar negeri.

Dari situ, saya pun berpikir, bahwa seberapa besar pun usaha kita, kalau emang gak jodoh, gak bakalan dapat. Terus, apa cuma diam saja? Gak juga. Berusaha terus sambil menggunakan otak yang diberikan oleh Allah SWT. Biasanya, kita bisa merasakan bahwa apa yang kita usahakan itu akan berhasil  atau tidak. You’ve got to have that feeling. At some point, you will feel that this is not right, I have to move on or move out.

Gak gampang memang punya kemampuan untuk bisa melihat atau menilai bahwa apa yang kita lakukan ini gak akan berhasil atau udah mentok.

Ah saya jadi ingat lagunya Cold Play: Nobody said it was easy…

 

Nobody said it was easy
It’s such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be this hard
Oh take me back to the start
I was just guessing at numbers and figures
Pulling your puzzles apart
Questions of science, science and progress
Do not speak as loud as my heart
Tell me you love me
Come

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.