Kehidupan itu laksana lautan dan kita berada diatas perahu yang mengarungi lautan tersebut. Kadang lautannya damai, tenang dan menyejukan. Kadang ganas dan menikam. Kalau kita tidak sigap didalam memegang kemudi menghadapi segala rintangan badai dan gelombang, niscaya kita tidak akan bisa sampai menuju ke tepian, menuju ke tempat yang kita impikan.

Begitu juga dalam kehidupan saya. Banyak sudah saya melewati gelombang yang maha ganas dan congkak yang mencoba memandamkan bahtera saya. Banyak sudah badai nan dingin mencoba menghoyak dan memagut biduk saya tanpa tahu malu, seakan mengajak saya untuk ikut dalam lumur kekalahan yang menistakan.

Didalam melewati masa masa itu, jujur saja, kadang ada pertanyaan: Dimana Allah? Kenapa Allah tidak datang menolong ketika kita meminta dan ketika kita butuh saat itu? Kenapa pertolongan itu datang sepertinya terlambat?

Ketika kita menghadapi sebuah pilihan yang pelik, atau juga masalah yang pelik, kita biasanya disarankan untuk melakukan sholat sunat Istikarah dua rakaat, kemudian berdoa bahwa kita akan mengambil keputusan A, dan bukannya B, dan memohon semoga Allah memberikan kemudahan didalam menjalankan keputusan kita tersebut.

Kadang kita sudah berdoa setiap sholat agar apa yang kita inginkan terkabulkan hendaknya.

Sometime it works, sometime don’t. Lalu kita marah dan mencoba menggugat Tuhan.

Saya kadang suka nakal bertanya, terutama ketika menghadapi badai nan maha berat: Why me? Where were God when I need most? What’s the point of shalat, reading Quran, doá and others good deed if nothing help me when I have a problem in my life now?

Saya selalu dalam constant communication with Allah didalam semua aspek kehidupan saya.  Dalam Islam dikatakan selalulah berprasangka baik kepada Allah. It is hard to do that kind of act when you face a very bad situation knowing that Allah knows everything and yet it still happening to us without Allah helping us. How could I? How could it be?

Itu lah emosi sesaat. emosi jiwa nan tak kenal umur.

Tapi, waktu akan selalu berlalu meninggalkan kita, gak peduli kita siap atau tidak, sedih atau senang. Time goes by. The only matter is how are we perform during that time.

Yang terpenting adalah ketika semua sudah tenang, emosi sudah hilang, dust has been settled, kita bisa melihat kebelakang and  berkata, Alhamdulillah. Tidak ada kerusakan yang telah kita buat. No damage has been done. No bridge has been burnt.

Intinya adalah mengontrol emosi, mengontrol hati. Tidak mudah memang. Itu lah mengapa perlunya kita selalu dalam kondisi ingat dan dekat dengan Allah. Selalu melaksanakan shalat, doá, baca Quran. Apakah itu saja cukup membuat kita bisa kuat dan tabah serta tawakal didalam menghadapi badai dan keluar sebagai pemenang? Mudah-mudahan saja. Karena Allah tidak akan pernah memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan kita menerimanya.

Didalam menghadapi masa masa sulit itu, saya mencoba ingat semua kemudahan dan keberkahan yang telah diberikan oleh Allah Subhanahuwataála kepada saya, sejak kecil. Mulai dari diterima di Teknik Mesin UI, dapat kerjaan sebelum lulus, karir yang bagus, pindah dan tinggal di Singpaore, Inggris dan kemudian kerja di Aramco. Semua itu dirangkum dalam nikmat terbesar, yaitu Iman dan Islam yang membuat saya berada di lingkungan yang memudahkan saya dalam menjaga Iman dan Aqidah serta tetap bisa dan diberi kemudahan melaksanakan perintah dan larangan NYA, kemanapun dan dimanapun saya tinggal.

Dengan semua kemudahan dan kenikmatan serta keberkahan itu, masa di kasi cobaan ecek ecek itu saja saya sudah mengeluh? Memalukan sekali, bukan? Astagfirullah.

Now I believe I am the better person than I am before. And most of it…

The best is yet to come and babe, won’t it be fine?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.