Saya mau bercerita tentang pengalaman karir saya dari seorang Piping Stress Engineer di EPC menjadi saat ini, Project Engineer di Oil Company.

Pertanyaan awalnya: gimana caranya? Apakah di Oil Company ada Piping Stress Engineer seperti halnya Piping Stress Engineer di EPC Company?

Ini pertanyaan basi alias sudah lama running around in my head. Piping Stress Engineer atau juga Piping Engineer di Engineering Company atau EPC; itu sudah jelas ada, bukan sekadar halusinasi lagi.

Tapi, Piping Stress Engineer atau juga Piping Engineer di Oil Company, dalam hal ini sebagai operating company, apakah makhluk bernama Piping Engineer itu ada dan mempunyai baju sendiri bukan menggunakan baju lain? Nah, ini baru dalam tahap perkiraan, duluu.

Sekarang, karena saya sudah pindah to the other side of table, dengan kata lain, sudah merasakan duduk di dua tempat yang berbeda, maka seharusnya bukan lagi sekadar bayangan dan perkiraan saja bukan?

Jawaban singkatnya: ada dan tiada…. Hghhh.

Di Oil Company, Piping Engineer sebagai sebuah profesi jelas tidak ada. Artinya di karu nama sudah tidak ada lagi nama Piping Engineer atau Senior Piping Engineer atau Principal Piping Engineer. Nop.

Di tempat saya kerja sekarang, Mechanical Engineer, Civil engineer, Piping Engineer dan lain sebagainya terlebur dalam satu group dinamakan Engineering and Project Management, yang merupakan satu diantara 7 “business line” yang ada, dan dipimpin oleh seorang Senior VP.

Sehingga kalau kita punya keahlian dan bergelar Engineer, maka kemungkinan akan masuk ke salah satu: either Engineering Services or Project Management. Gak mungkin kedua-duanya, soalnya lain bagian dan juga masing-masing dipimpin oleh VP yang berbeda.

Engineering Services terdiri dari berbagai macam department yang berisikan orang-orang dengan berlatar belakang ke-teknikan alias engineering, seperti Mech, Elec, Civil, Process, Environtment, Planning, Process dan Control System. Pokoknya semua yang berbau murni teknis. Orang-orang nya bergelar Engineer IV sampai Engineer I, jika bagus lagi akan menjadi Engineering Specialist, dan jika bagus lagi menjadi Engineering Consultant, ini udah top banget.

Satunya lagi, Project Management, seperti yang sudah bisa diperkirakan, adalah berisi dengan kumpulan orang-orang yang tugas utamanya adalah me-manage berbagai macam project yang dimiliki oleh perusahaan dan dikerjakan oleh berbagai EPC Company di belahan dunia ini.

Mereka disebut Project Engineer, dan jika sudah berpengalaman beberapa tahun akan meningkat menjadi Senior Project Engineer dan puncaknya Project Manager.

Lalu dimana Piping Engineer? Dan tepatnya lagi dimana saya? Hmmmm.

Piping Engineer disini melekat dalam posisi Engineer IV sampai Engineering Consultant, yang mempunyai background Mechanical Engineer. jadi pas ngelamar adalah posisi Mechanical Engineer.

Hanya sayangnya, ketika ada lowongan Mechanical Engineer, biasanya yang dicari adalah Static Equipment dan Rotating Engineer. So what?

Kalau begitu kapan bisa masuknya jika mempunyai experience di Piping Engineering atau Stress Engineering?

Tempat yag tepat adalah di Project Management. Disinilah saya berteduh saat ini. Dan alhamdulillah, pilihan tempat berteduh ini tidak lah salah. Kenapa?

Sekarang saya mempunyai posisi yang berbeda dengan dulu, sebagai Project Engineer, dikartu namanya juga sudah bergelar Project Engineer. Sudah tidak ada lagi nama piping stress engineer. Professional Certificate nya pun sudah bukan PE (Professional Engineer) lagi, melainkan PMP (Project Management Professional), juga melalui examination untuk mendapatkannya.

Am I happy?

I’ve got mix feeling.

Sebagai Project Engineer, sudah jelas saya tidak lagi berkecimpung langsung dalam detail design, apa lagi detail design sudah dikerjakan oleh Contractor EPC. Tugas nya sudah murni management. Nggak apa-apa sih. Soalnya melihatnya sudah lebih luas, istilah orang “helicopter view”.

Tapi, karena saya berangkatnya dari detail design, dan saya tidak bisa diam melihat pekerjaan lewat begitu saja, akhirnya saya minta ikut dilibatkan dalam detail design bersama contractor. Granted.

Jadilah, saya mempunyai pekerjaan me-manage Contractor sekaligus saya mempunyai tugas memeriksa detail pekerjaan mereka. Satu kali mendayung, maka dua tiga pulau terlampui. Posisi baru didapat, tapi ilmu lama tak terlupakan.

Karena, yang namanya posisi enak, apalagi management, membuat orang malas mengerjakan detail. Saya menganggap hal itu tidak bagus. Saya pasti tidak mau dong kehilangan keahlian yang saya sudah saya pupuk dan pelajari sejak lulus kuliah, terus pelan-pelan hilang karena keasyikan jadi “manager”. I don’t want to do that and I don’ want it happen to me. Lagi pula, you never know what lies in the future? You could be end up as detail engineer again. So, if that’s happen, I am ready, Insha Allah.

Kenapa?

Bagi saya, mampu mengerjakan pekerjaan detail itu adalah asyik dan menggairahkan. Apalagi terutama ketika saya pun ikut me-manage project tersebut, as a client.

Double whammy, kata Mc Donald.

Can you imagine that able to review a very detail calculation and engineering drawings and at the same time have an authority to direct contractor to do the job is the most beautiful things in the world?

Jadi, jika anda punya potensi menjadi piping engineer, piping stress engineer, piping material engineer, maka itu sudah merupakan sebuah bekal untuk menuju jenjang Project Engineer di Oil Company.

Karena juga, jadi Project Engineer tapi tak mempunyai bekal teknikal yang cukup, alamat pasti “bengak bengok” saja ketika diajak diskusi dan mereview pekerjaan bawahan.

Moral of the story: jika anda saat ini hanya seorang detail engineer saja, seperti piping stress engineer, jangan patah semangat, berpikiran positif, terus belajar dan tingkatkan terus keahlian dibidang anda, karena suatu saat, kegemilangan dan kejayaan akan menjadi milik anda, Insha Allah.

Trust me. I have been in that road before. And I am here now. With permission from Allah, I am on the peak of my career now.

16 Comments »

  1. Assalamu’alaikum.

    Terima kasih sharing dan pencerahannya pak Donny, saya jadi tau isi dan bedanya antara EPC Company dengan Oil Company dilihat dari posisi, struktur organisasi, dan scope of works.

    Selamat ya pak untuk pencapaiannya dalam karir dan perjalanan hidup, maju terus pak, diatas awan masih ada awan, semoga sukses selalu.

    Oiya satu lagi pak, saya tertarik ingin memiliki buku “Pengantar PSA” yg kira2 di release tahun lalu oleh pak Donny, apakah masih ada dan bagaimana cara saya mendapatkannya? Terima kasih pak Donny.

    Wassalamu’alaikum.

    Like

  2. Di oil company tempat saya bekerja di Qatar tetap ada koq yg namanya piping engineer, civil engineer, structural engineer, dsb. Baik yg engineer ataupun senior engineer.

    Like

  3. hmmm.. persoalan yang sama di kepala saya dari sejak saya mencoba menekuni bidang spesialis piping stress analysis. awalnya saya juga mengira bahwa tidak ada lagi yang namanya piping stress engineer di oil & gas company (operator company). semua sudah melebur menjadi piping engineer atau mechanical engineer. saya sering bertanya kepada para “senior” yang sudah “selamat” masuk perusahaan “juragan ladang minyak” bagaimana struktur organisasi di sana. dan semua sesuai dengan yang diceritakan oleh Uda Don.
    saya juga sudah pernah nekat kirim-kirim “iklan” tentang saya ke para “juragan” tersebut, dalam dan luar negeri. sekali lagi tepat, bahwa memang spesialis “tidak laku” di perusahaan itu (kebetulan ada satu manajer O&G company yang “jujur” bahwa bidang saya tidak punya “kursi” di perusahaan nya). yang dibutuhkan adalah orang2 yang bisa berpikir “mengendalikan”, baik terhadap operasi-operasi yang berjalan di lapangan maupun terhadap orang-orang yang sedang merancang dan membangun ladang nya.
    saya bukan sedang pesimistis tapi juga tidak mau berusaha sangat optimis tentang piping stress engineer yang bisa bertahap melangkah jadi “juragan”. tapi jika memang bisa bertahan di spesialis, mungkin akan saya kerjakan hingga batas usia.
    yang penting, bagaimana kita menikmati “keahlian” yang diberikan sekarang. tokh juga, Uda Don tetap ingin di “dua dunia” kan ? artinya, resiko yang ada di top career sekarang tetap tidak mau ditempuh. padahal semua sisi punya resiko dan tanggung jawab, betul ?

    Like

  4. salut…. atas cerita diatas… salam kenal..

    berawal dari seorang piping stress engineer, akhirnya menjadi project engineer.

    membaca cerita diatas, saya sebagai piping engineer yang lagi belajar menapaki piping engineer, sedikit pesimis
    dengan status saya sebagai piping engineer.

    di Kumpeni saya Piping engineer bisa di hitung dengan jari sebelah tangan,

    prospek piping engineer untuk maju tidak cerah, seorang piping engineer merangkap semua bagian dalam piping. mulai dari P&ID sampai dengan Commisioning test.

    tapi dengan ilmu yang ada saat ini saya sedikit kesulitan, karena minim pengalaman, dan referensi.

    apakah ada referensi calculasi dan sofware design untuk seorang piping engineer, seperti saya yang bergerak di Bidang EPC,

    dan saya sangat ingin untuk pindah jalur ke Oil & gas company, belajar mengenai pipeline.

    kalo ada dokumen yang dihibahkan kesaya… saya sangat respect, sebelumnya.

    salam hormat.

    M.R Patra P

    Like

  5. Assalamualaikum Uda,

    Lama sudah tidak mengunjungi blog ini, syukur Alhamdulillah smoga semua followers sehat2 slalu Amin.
    Menarik sekali uda, perjalanan hidup uda dari seorang specialist kemuadian membuka diri ke dunia project.
    Kalo saya boleh cerita disini, tidak mirip tapi mungkin bisa dikatakan sama apa yg saya alami. tidak pernah terbayangkan untuk “nyemplung” ke dunia PMT.
    Saya ketika lulus berikrar sebagai seorang civil/structur engineer. beberapa thun bekerja nyemplung ke dunia Oil & GAs, jatuh cinta kepada piping/pipeline. ngeri sebenarnya saya awalnya terhadap perjalanan karir saya, saya tidak bisa menjadi seorang specialist. karena pernah “selingkuh”. namun pada akhirnya pelan2 saya menyadari bahwa apa yang saya dapat dan punya tidaklah seburuk yg saya bayangkan. saat ini saya sudah di PMT (project engineer juga di eng company).
    jadi kesimpulannya kita bisa merencanakan perjalan hidup kita tapi masih ada yang lebih kuasa menentukannya, yaitu Allah. jadi ilmu apa aja sebaiknya kita pelajari. belajar, belajar, dan belajar adalah kuncinya (semoga saya bisa istiqomah).
    semoga bisa diambil hikmah buat semuanya, terutama buat pribadi saya agar slalu tawadu.

    Wasalam
    hlm

    Like

  6. Hi alls,

    baru mencari bukunya LC Peng, Pipe stress Engineering dan g ketemu2 versi lengkap dan gratisanya. apakah uda doni bisa membantu? saya memiliki hanya sampe chapter ke 3 dan isinya bagus sekali. Atau apakah rekan2 disini mau urunan untuk beli yg masih mahal itu??

    thanks

    FRL

    Like

  7. pak sayah mo nanya, jadi klo sayah seorang fresh graduate, baiknya terjun sebagai piping enginer dlu di EPC bru masuk PMT?

    ato langsung PMT ajah?

    latar belakang sayah mesin pak.makasi.tlg balas ya pak:)

    Like

  8. Mas,

    boleh cerita process recruitmnet di Aramco seperti apa ? dan tips..tips nya, serta apa saja yg perlu di perhatikan.. perlu utk ngisi form nih ? ;p.. di tunggu ya

    Like

  9. salam kenal . hai akang akang yang menuju sukses ataupun sudah sukses. forum bagus nih. kebetulan saya anak baru. maksudnya baru masuk TK. wah saya semakin tergiur semangat dari cerita n pengalaman akang2.
    saya mau dong punya modul/pembelajaran/apapun yg berhubungan. tolong kirim ke e-mail saya ya? terima kasih nyuk_jack@yahoo.com

    Like

  10. Pengalaman dan cerita yg begitu membuat saya semangat untuk terus belajar ilmu teknik,salam kenal buat uda doni,dan kawan2 yg sedang meraih sukses…. semangat

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.