You’ve got to have your dream in your life.

Mempunyai mimpi dalam hidup dan kehidupan ini, menurut saya, adalah suatu keharusan. Itulah philospohi hidup saya. Tanpa mempunyai mimpi, bagaimana mungkin kita bisa membuat sesuatu menjadi
kenyataan.

Ingat lagu yang pernah disuarakan oleh West Life, I have a dream, sebuah lagu daur ulang, yang penyanyi dulunya saya nggak paham.

Mimpi disini tentu saja lain dengan yang sering kita dengar di Jakarta: mimpi disiang bolong.

Ini adalah mimpi yang dibuat dan diciptakan dalam kerangka untuk memacu semangat mencapai tujuan.

Let put this way.

Jika anda yang masih kuliah dan kemudian mempunyai mimpi atau kadang orang bilang angan-angan untuk bisa bekerja di perusahaan Minyak kelas Dunia, atau menginginkan kesempatan berkarir di laur negeri serta melanjutkan kuliah di luar negeri, maka nggak ada salahnya anda untuk tetap memupuk dan
merawat mimpi tersebut.

Simpan mimpi itu baik-baik, selimuti dia, hangatkan tubuhnya, jaga gairahnya, dan teruskan membelai dan menghangatkannya. karena suatu saat sang mimpi itu akan bisa menjadi kenyataan.

Mimpi, bagi orang lain boleh bilang tujuan atau visi atau misi, tapi saya lebih senang disebut mimpi, karena lebih bergairah, lebih membangkitkan hormon, serta merangsang saraf dan otak saya.

Dengan mempunyai mimpi, maka hidup saya jadi lebih semangat, lebih mempunyai tujuan, dan ketika mood lagi nggak bagus, maka mimpi biasanya menjadi semacam katalist yang bisa membangkitkan semangat lagi.

Tentu saja mimpinya juga yang realistis dan disusun dalam tatanan yang logis.

Misalnya, jika anda mempunyai mimpi untuk bisa bekerja di Oil Company, maka tentu anda harus mencari tahu jenis keahlian apa yang dibutuhkan pada saat anda lulus nanti. Tak ada salahnya untuk melihat apa “competitive advantage” yang ada pada diri anda, dan apa yang belum anda punya.

Dengan demikian, anda bisa menambah dan mengupdate sisi-sisi kelemahan anda, sehingga pada akhirnya nanti amunisi yang anda punya akan sangat penuh yang tentunya akan meningkatkan percaya diri pada saat melamar atau interview.

Biasanya, untuk masuk ke Oil Company, kan saringan pertama adalah IPK yang mesti 2.75 atau bahkan 3.0 dalam skala 4. Iya kalau sudah segitu IPK nya, kalau belum, atau malah tidak seperti itu, dan sekarang sudah semester 7, yang kalau mengulang untuk memperbaiki nilai akan melambatkan waktu untuk lulus?

Kalau sudah begitu, anda perlu men-divert atau merobah rute, tapi dengan tetap menjaga mimpi yang awal. Bisa dengan cara bergabung dulu dengan EPC Company, baik yang terkenal maupun yang baru muncul. Atau bergabung dengan perusahaan konstruksi yang pastinya akan banyak dilapangan. Nggak ada salahnya itu, bahkan dengan langsung terjun kelapangan, dan ditambah bekal membaca literatur yang pas, maka bisa dipastikan nilai tambah anda akan besar.

Satu hal yang pasti, dengan tetap bekerja tekun dan senantiasa belajar menambah ilmu dan pengetahuan, tetap buka opsi anda, jangan terpaku pada satu perusahaan terlalu lama. Kecuali anda mau, silahkan saja.

Kalau saya boleh sarankan, 2 tahun disana, mulailah mencoba peluang yang lebih besar. Mau ke Oil Company juga bisa dicoba. Tapi, sekali lagi, kalau saya boleh memilih untuk berada pada posisi baru lulus, maka saya akan jelajahi bumi Allah ini, dan tidak terpaku di Indonesia saja, mumpung masih
muda dan belum menikah.

Bayangkan saja, umur baru 22 tahun. Baru lulus S1. Kerja dua tahun di Indonesia., baru berumur 24 tahun. Cari peluang ke luar negeri, baik kuliah lagi dengan mencari beasiswa, atau kerja dengan pengalaman di EPC tadi.

Kemana? Saya lebih memilih ke Inggris. Kenapa? Engineering Company, dari yang terbesar sampai terkecil ada disini, dan kebanyakan bermarkas di London, Manchester, Glasgow dan Aberdeen. Gak sedikit peluang kerja disini.

Financial, walau sekarang lagi bermasalah, berpusat di London.

Computer dengan software engineering, apalagi yang bikin game untuk PS2, PS3, XBOX bermarkas di Inggris.

Memang tidak bisa kalau masih fresh graduate. harus punya pengalaman 2-3 tahun. Makanya, kerja saja dulu di Jakarta atau Batam atau mana saja, yang inline dengan Engineering, Computer dan Teknologi.

Saya tidak mengada-ngada, tapi saya juga bukan agent tenaga kerja.

Tapi, if you try hard, work hard, believe me, you can be here, in London, the amazing place to work and live, where I am currently living my dream.

Terus terang saja, saya merasa sangat terlambat berkelana di Inggris ini, baru ketika saya berumur 38 tahun saya berani kesini. Seharusnya, jauh sebelum ini, saya sudah bisa tinggal dan kerja disini, tapi sayang, saya terlalu penakut.

Jadi, sebelum anda mencapai usia seperti saya tadi, dan kemudian berkata, wah coba kalau saya berani sejak dulu, …… .

Saya sih nggak nyesel, lagian nggak ada gunanya juga nyesel, ntar malah bikin dosa.

Tapi, saya sangat encourage you, young engineer, to come to UK, and live your dream (unles you don’t have one).

13 Comments »

  1. Alhamdulillah saya punya 3 kalimat yang selalu saya pegang.. Bermimpi, Berusaha, Berdoa… keberuntungan ga akan datang kalo tuhan tidak mengijinkan….
    sukses ah buat semua… 😉

    UK I will come!! (AMIN!)

    Like

  2. wow………..bravo. saya suka banget encourage kamu. semoga bisa lebih memberikan saya semangat…….emang saya pemimpi berat tuk kerja atau get scholarship ke luar negri pa lagi di London…….great! thanks for the encouraging.

    semoga mimpi2 kita semua terkabul…….Amiiiiiiiiiiiiiiin!

    Like

  3. Saya tertarik dengan kisah Pak Donny. Saya pernah bekerja (contract worker) untuk Parson Fluor Daniel di Kazakhstan selama hampir 1 tahun, bekerja untuk Global Offshore Middle East 1 tahun untuk pipeline project, bekerja di bidang Oil & Gas (QC Inspector) hampir 10 tahun. Punya sertifikat CSWIP 3.1 Welding Inspector dan BGAS-CSWIP Grade 2 Painting Inspector dari UK. Sekarang saya sedang mempelajari Phased Array Ultrasonic Testing. Saya kesulitan menembus dunia kerja di Europe. Mohon saran dan masukkannya.

    Terima Kasih

    Like

  4. dear pak don,

    saya memiliki keinginan untuk bekerja di UK, terutama setelah membaca semua kisah anda disana.
    saya ingin berdiskusi dengan pak don ttg step-step berkarir disana, karena ada bbrp hal yang membuat saya bingung. apakah kira-kira pak don berkenan dengan membalas ke email saya?

    sebagai informasi, sekarang saya bekerja di perusahaan epc lokal sebagai engineer dengan pengalaman sekitar 2tahun (lebih sedikit).
    besar harapan saya pak don berkenan membalas email saya

    sekian, terimakasih

    Like

  5. Banyak baca artikel bapak, jd ngiler.. Kayaknya enak banget, Senang sekali bisa tinggal dan bekerja di london.. Kapan ya?
    Bisa ndak ya dapet suami orang england dan menetap disana sambil buka bisnis.. Ya allah.. Ngarep.com 🙂

    Like

  6. Mimpi kita sama mas, sejak smp saya sangat tertarik untuk kuliah dan atau kerja di eropa. Tapi saya dokter umum, bagaimana untuk memulai? Mas punya info? Saya jg merasa agak terlambat utk wujudkan mimpi saya, sekarang umur 36 tahun. Bagaimana pendapat mas?

    Like

  7. Sangat inspired menggugah..pengalaman yg berharga yg bisa di cairkan ke kehidupan nyata skr..teringat saat saya kerja di usa yg tampa konsep dan tidak adanya goals.not even for saving money.sehingga menurut saya pengalaman yg tidak berharga karna tidak bisa di gunakan saat skr bahkan yg bersipat non materi..kini berharap ada second chance to do like the old time

    Like

Leave a Reply to Maurice Hutabarat Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.