My Story

Paling Enak Tinggal di Indonesia

Boleh setuju boleh pula tidak. Yang jelas, saya termasuk yang setuju bahwa seenak-enaknya tinggal di negara orang, jelas lebih enak tinggal dinegara sendiri.

Kecuali kalau anda punya masalah yang gak bisa dipecahkan dengan negara Indonesia, atau punya pengalaman pahit yang membuat anda jadi benci, wah itu sih lain lagi ceritanya.

Yang saya maksudkan disini, adalah kalau anda dan kita tidak meninggalkan masalah di Indonesia, maka pasti saja anda akan merasa lebih enak tinggal di Indonesia.

Saya pergi meninggalkan Jakarta, walaupun sering balik mudik, tahun 2003 awal, ke Singapore. Lalu 2004 ke London, sampai sekarang.

Kalau bicara enaknya, pasti ada lah, apalagi buat orang Indonesia yang rata-rata tinggal di Jakarta yang tidak “secanggih” Singapura misalnya, Kuala Lumpur misalnya (sebagian saja lho), atau yang tinggal di Los Angeles, London, Tokyo, Paris, Amsterdam, Norwy, mana saja lah.

Tahun pertama masih enjoy. Tahun kedua pun masih. Tahun ketiga dan keempat pastilah mulai mikir. Apa mau disini sampai tua?

Satu hal lagi, dimanapun anda tinggal di luar negeri ini, maka biasanya temperaturnya bakalan ekstrim. Maksudnya, di musim dingin di Eropa sini, bisa minus. DI musim panas bisa 35C. Nggak usah jauh-jau, saat ini di Inggris temperatur sudah 28 C, nggak panas ya, tapi panasnya itu kering dan menyengat. Mendingan di Jakarta walaupun suhunya 32C, tapi nggak seterik disini. Lagin, masih banyak gedung sama Mall ber AC.

Di Timur Tengah gimana? Apalagi. Summer bisa sampai 50 C, makanya sekolah libur mulai Juni awal sampai awal september. Kalau di Qatar belum lagi ada badai debu.

Di Jakarta? Temperatur mulai January sampai ketemu Januari lagi gitu-gitu aja, pas. Paling selingannya banjir. Tapi tak apa lah, ntar juga bisa diatasi ya gak?

Tapi, kadang-kadang kita tidak punya pilihan lain. Paling tidak untuk saat ini. Nggak tahu kalau tahun depan.

Sekarang, harus dinikmati saja.

Categories: My Story

Tagged as:

8 replies »

  1. Hmmm, jadi ada rencana balik ke Indonesia nih Mas ? šŸ™‚
    Saya pribadi balik Indonesia saat sudah mendekati masa pensiun, dan langsung ke kampung halaman saya buat menikmati masa tua šŸ™‚ Kalo di Jakarta saya engga kuat dengan macetnya..hehe

    Like

  2. Cukup 10ribu perak, utk membuat Anda ngos2an karena kekenyangan, dan itu hanya ada di indonesia. Apalagi kalo mas Don main ke Yogya, cukup 5ribu, dpt kopi areng, gorengan,plus nasi kucing. Kembaliannya utk bayar parkir…
    Ini cuma dari sisi kulinernya lho, belum yang lain…
    Tapi ya, mending di London dulu, nyari modal utk balik ke Indonesia. Habis itu, mudik, buat bisnis yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, semacam community empowerment. Menggali potensi masyarakat yang belum tergali. Setidaknya dari London bawa oleh2 solusi buat bangsa…ciee…

    Like

  3. Mengembara sejak tahun 1995 mulai dari Paris, Alaska, Dubai, Abu Dhabi, Singapore dengan bayaran dollar bergepok gepok, akhirnya milih bermacet ria dan gaji pas pas an di IKPT jakarta. Tapi bisa menikmati makan nasi pecel, nasi padang, ketoprak, dan yang paling penting silaturahmi dengan keluarga besar tetap terjaga secara rutin, ini merupakan nikmat yang tak tergantikan kalau kita berdomisili di luar negeri.

    Like

  4. tinggal di inggris setelah menikah, meninggalkan semua keluarga, pekerjaan 10 tahun lebih, “dua tahun pernikahan ‘goyang’, pekerjaan ber-tahun2 terlanjur ditinggal, keluarga kemungkinan ‘terguncang’ kalo dengar pernikahan bubar, anak laki2 masih bayi syukurlah sepertinya bisa ikut ibunya yang orang indonesia, dan ‘setiap anak ada rejekinya insya Allah, hanya kebat kebit juga membayangkan memulai lagi semuanya dari ‘nol’..terpikir apa tinggal di inggris saja cari pekerjaan (klas bawah kali meski bawa ijazah S1) dan jadikan negeri ini “tempat tinggal”…(jadi nggak perlu repot dengan pertanyaan2 kok ‘pisah’ dsb yang bisa mengerikan, dan rindu tanah air dipendam lagi)

    Like

  5. Assalam muallaikum ww,
    Salam kenal buat semuanya,
    komen saya,emang tetep paling enak tinggal di Indonesia.
    tapi untuk cari modal tetep di LN,kenapa?karena kalau untuk saya mimpi saya g mungkin terwujud makanya tetep aku mau ke Ln kira2 3-5 tahunan,
    di sisa umur aku yang skarang 46 tahun ini.
    pingin skul,in anaku biar cita2nya tercapai.
    Buat Mas dony minta emailnya biar aku bisa tanya japri nya.
    ini email saya wijayantoyayan@yahoo.com,jakarta Indonesia.
    Thanks,
    best regard

    Like

  6. Selamat Sejahtera utk kita semua. Temen saya bilang, enak di Canada utk menikmati masa pensiun. Saya pribadi sebenarnya melihat tergantung posisi kita. Kalo kita masih menyukai bersosialisasi dengan teman-teman di Indonesia, tentu enak tinggal di Indonesia. Tapi bagi yang kurang suka bersosialisasi aku rasa pensiun di negara yang tingkat keamanan dan kenyamanannya cukup tinggi menjadi pilihan utama.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.