My Story

Ambil Kesempatan Emas Ketika Diberikan

Ketika ada tawaran pindah kerja, apa kira-kira yang memotivasi anda dan apa yang mendorong anda dalam mengambil keputusan?

Biasanya jawabannya adalah “financial dan job security” bagi anda dan keluarga.

Kalau mau bikin daftar, panjang pasti jadinya.

Diantaranya kita mau lingkungan kerjanya yang enak, tempat tinggal yang nyaman, no criminal, no drug, sekolah anak-anak terjamin, apalagi kalau bisa bersekolah di Sekolah International, makin mantap lagi kan, jaminan hari tua ada, pensiun tersedia, libur dalam setahun 30 hari, bisa liburan ke Eropa dan Amerika, dibayarin lagi ticket pesawat sama uang sakunya, ada jaminan bonus tiap tahun, gaji naik juga tiap tahun, wah panjang bener.

Ada nggak yang seperti itu?

Atau, jika ada, apakah sudah pasti kita bahagia?

Apapun alasan dibalik pindah kerja, satu hal yang pasti adalah siapkan mental untuk menerima kondisi yang kita belum tahu.

Istilahnya: Expected Unexpected.

Pindah kerja berarti suasana baru, adaptasi lagi, baik di rumah maupun di kantor. Ada kecurigaan, was-was, bisa nggak ya disana ditempat baru, orang nya enak nggak, kerjaannya gampang apa sulit, bos nya kaku atau galak, dan lainya.

Apapun itu, jika list diatas terpenuhi, kate orang betawi: “it’s worth trying and taking a risk”

Coba saja, you will never know what it look like or what it taste, until you there, until you are physically there and try it out.

Karena kesempatan hanya datang sekali dalam seumur hidup, dari pada nyesel nggak dicoba, mendingan di coba kan.

Categories: My Story

Tagged as:

7 replies »

  1. Topik ini pas banget dengan apa yang akan saya alami mulai awal bulan depan Mas.
    Sebenarnya saya sudah sering pindah kerja, tapi kali ini tantangan dan ‘rasanya’ tentu berbeda karena kali ini saya bukan hanya pindah kerja, tapi juga sekaligus pindah entity dari Indonesia ke negara lain.
    Jadi ya, semua kekhawatiran yang Mas sebut di atas ada di pikiran saya, tetapi berhubung ‘list’ yang Mas Donny buat memang terpenuhi..tentu saja saya lebih memilih mencoba dan mengambil resiko. Saya juga termasuk orang yang percaya bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali… 🙂

    Salam dari Indonesia..

    Like

  2. Mas Erwin,

    Anda beanr sekali. Kalau list nya sudah di tick semua, tunggu apa lagi..resiko? Pasti adalah dalam hidup ini, tinggal bagaimana me-manage sebuah risk menjadi nikmat, tak lupa berdoa kan..selamat menempuh hidup dan karir yang baru…

    Like

  3. Thanks Mas Donny ..
    Untuk kasus saya, yang membuat semuanya terasa lebih berat adalah kenyataan bahwa saya harus segera berpisah dengan istri dan anak pertama kami yang bakal lahir pertengahan Juni ini. Menurut dokter, bayi belum boleh menempuh perjalanan jauh dgn pesawat terbang . Mungkin baru setengah tahun lagi saya boleh bawa istri dan anak ke Kanada. Tambahan resiko buat saya, resiko anak nanti malah manggil ‘Om’..hehehehe..

    Like

  4. Kalo dulu saya pengen pindah ke tempat baru karena bosen tiap hari ngeliatin komputer mulu dan berpakaian rapi. Munculah bayangan bisa kerja di lapangan dengan bermacam-macam kompleksitas permasalahannya. Nah…sudah 6 bulan pindah kerja dan benar, bayangan2 yang dulu hanya bisa ada di kepala akhirnya saya lakoni jga. Tapi..entah mengapa kok malah di luar bayangan ya..masalahnya jauh2 lebih kompleks hehehe..Ato kah ini memang fitrah manusia..minta hati, dikasih hati eh malah minta ampela he2…Keep writing Mas Donny, mantap2 tulisannya 🙂

    Salam,
    IJP
    Kutai Kartanegara-Kaltim

    Like

  5. Mohon sarannya,
    saat ini saya lagi bimbang menetukan menetukan company mana yang saya akan pilih. setelah positif di terima di company baru, kemudian minta ijin resign ke company lama. ternyata company lama tidak setuju kalau saya pindah. Mereka memberikan semua yang akan saya dapat di company baru di tambah janji2 kenaikan karir..
    Please comment.

    Like

  6. to Indro:
    Masalah mas Indro adalah masalah klasik yang sering dialami oleh para karyawan. Saran saya, mas Indro harus punya satu hal saja yang bisa menjadi ketetapan untuk pindah ke tempat yang baru. Misal : mas Indro punya masalah dengan rekan kerja. Atau gaji yang ditawarkan perusahaan (updated setelah pengajuan resign) masih belum memenuhi standar minimum pengeluaran bulanan.)
    Karena banyak yang saya lihat, pindahnya seseorang dari satu perusahaan ke perusahaan lain adalah karena faktor latah. Lihat teman gajinya lebih tinggi dengan beban kerja (dirasakan) setara, maka si karyawan mulai gelisah dan ingin segera loncat ke tempat yang berpenghasilan lebih tinggi dari temannya itu.
    Mudah-2an bermanfaat.

    Like

  7. @Mas Indro,

    Katanya sih, ngambil counter offer ketika kita sudah memutuskan resign dari sebuah perusahaan adalah big NO-NO.

    Saran saya, kalau sudah memutuskan mau pindah ya don’t look back…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.