My Story

I am Still in Love with Indonesia

Selama saya tinggal di London, lebih dari 4 tahun ini, banyak suka duka yang saya rasakan. Bukan dari sisi sosial sebenarnya. Karena hubungan dan interaksi sosial dengan orang London sih selama ini belum menemukan permasalahan, terutamanya dari sisi perbedaan warna kulit.

Saya akui, selama ini belum pernah mengalami permasalahan sehubungan dengan warna kulit saya. Kemanapun saya pergi di seantero Inggris ini, sambutan mereka tidaklah merendahkan. Biasa saja. Setara dengan perlakuakn mereka terhadap orang sini, baik yang putih maupun yang hitam.

Dalam hal pekerjaan pun begitu. Kita menyadari tugas masing-masing. Pas coffe break, ngobrol sana sini. Gaji, sesuai dengan market rate, karena saya masih belum mau menjadi permanent staff, jadi gaji saya sama dengan gaji teman saya. So, fine with me.

Istilahnya: Perfecto.

Asal, selama hanya berkisaran daerah Inggris Raya saja, seperti England, Wales, Scotland.

Tapi, kalau mau ke daratan Eropa, seperti mau weekend ke Paris, baru disitu mulai masalah.

You need a Visa because your nationality is Indonesia, and Indonesia is a country which their citizen need a Visa to come to our country. If you are Singaporean or Malaysian, then you free to come, no Visa required, as long as you stay no more than 3 months.

Jadi, harus ngurus Visa dulu ke Konsulat Perancis di South Kensington, London. Oke.

Baru satu. Mau ke Florida, US? Sama saja.

Beberapa waktu lalu, saya dapat email dari sebuah Agent Pekerjaan yang menawarkan pekerjaan jadi Piping Stress Engineer. Kualifikasi, pas. Experience, cocok. Lowongannya di Houston, US. Dia sampai bilang begini: Enakan di Houston, biaya hidup lebih murah dari di London.

Dalam hati saya bertanya, ini orang tahu nggak kalau gua orang Indonesia, mentang-mentang di London. Pas saya bilang begitu, baru dia bilang wah susah memang ngurusin Work Permit. Nah lo.

Begitu juga, ketika ada lowongan di Milan untuk Snamprogetti dan di Paris. Saya sih sudah tahu pasti mentok di passpor lagi nih alias nationality. Tapi saya mau ngetes aja. Apa reaksi dia jika dia tahu saya bukan British Citizen.

Ternyata bener. Pas mau di interview, pas lihat nationality, langsung mundur sambil bilang: wah repot kalau ngurus Work Permit.

Ada lagi: Linde Engineering di Jerman udah ngontak saya. Mentoknya lagi di nationality.

Saya sih nggak peduli bener, soalnya saya juga nggak bakalan pindah kesana. Lagi pula gaji yang ditawarkan jauh lebih rendah.

Pernah seorang Head Hunter, menyarankan ke saya, secara hati-hati, untuk memiliki passpor Inggris saja, tanpa harus menyerahkan Passpor hijau saya. Saya langsung bilang: nggak lah, saya masih senang dengan passpor yang warna hijau, dari pada yang warna merah marun punya Inggris.

Bicara soal punya dua passport, itu sudah jadi fenomena biasa. Mulai dari pemain sepakbola sampai ke orang biasa, pada mencari kesempatan agar bisa punya Passpor negara Eropa. Alasannya biar bisa mencari kerja atau masuk kenegara Eropa man saja dengan mudah tanpa harus ngurus Visa atau harus ngisi Form macam-macam di Immigrasi Hall.

Kalau Indonesia belum mengijinkan warganya punya dua passport, harus mililh salah satu.

Kalau melihat dari sisi benefitnya, mungkin menarik bisa punya passport UK. Dari sekian banyak teman kerja saya yang keturunan Bangladesh, Pakistan, India, ataupun dari Afrika, mereka semuanya sudah mengantongi Passpor UK. Dan mereka selalu ngajak saya untuk ikutan ganti passport.

Kata mereka, begitu punya paspor UK, dunia terbuka luas untuk dijelajahi tanpa halangan. Ibarat kata, mau kerja di negara Eropa manasaja, atau mau ke negara Eropa mana saja, ngggak peduli warna kulitmu, selama Passport UK, pasti akan lancar. Dan, bagus buat anak-anak. Begitu promosi mereka.

Dengan ber passport UK, kalau mau kerja ke Middle East, langsung sudah gaji dan fasilitas ikut naik. Ke US, tinggal melangkah tenang melewati Immigrasi. No need Visa.

So, what do you think?

Hmmmm….Interesting.

Thanks, but no thanks. I am still in Love with Indonesia.

Categories: My Story

Tagged as:

3 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.