Sholat dalam tatanan Islam adalah suatu kewajiban bagi setiap pemeluknya, dan diyatakan didalam “Five Pillars of Islam” alias Rukun Islam nan 5, berada diurutan ke-dua, setelah membaca Syahadah, yang tak lain adalah peng-ikrar-an tanda setia dan pengakuan akan Allah, Tuhan yang SATU, dan Muhammad adalah Utusan-NYA.

Jadi, Sholat adaah wajib dan menjadi tugas utama seorang Muslim di Dunia.

Tapi jangan salah, bukan berarti kerjaanya hanya Sholat saja. Salah itu.

SHolat itu berapa lama sih? Se-khusyuk nya orang Sholat Subuh, misalnya, paling 5 menit – 10 menit. Habis itu, dipersilahkan melakukan kegiatan apa saja dalam rangka menghiasi hidup ini, tapi tetap dalam kerangka beribadah kepadaNYA.

Makanya orang kemudian belajar, bekerja keras mencari uang demi memenuhi keinginan, tapi tetap sholat dijaga.

Nah, kalau sudah sholat, maksudnya sudah mengerjakan Sholat, jangan merasa bangga dan lalu bisa punya hak menuntut. Biasa saja.

Lha iya. Apa yang mesti dibanggakan. Toh Sholat adalah dalam rangka melaksanakan perintah Allah. Apakah Sholatnya diterima kemudian diberi balasan atau reward dari Allah, itu mah urusan Allah. Urusan kita sudah selesai didalam menjalankan kewajiban yang diperintahkan kepada kita.

Rewardnya seperti apa, yang tergantung Allah.

Satu hal yang mesti diingat, Sholat tidak ada hubungannya dengan kemiskinan atau kekayaan atau kepintaran atau kebodohan. Ndak ada itu.

Memangnya kalau kita sudah Sholat terus kita bisa jadi kaya, atau pintar. Bah. Macam mana pula itu.

Sholat ya sholat. Kalau mau pintar ya belajar. Kalau mau kaya ya bekerja dan berusaha serta menabung.

Sehingga, nggak selayaknya kita ngomel sama Allah lalu bilang: “kok masih miskin padahal sudah Sholat.” Memangnya sholat bisa bikin kaya…sembarangan.

Justru bagi Muslim, Sholat digunakan sebagai media untuk berdoa kepada Allah agar kerjaannya bagus, bisnis lancar, sekolahnya juga lancar, dengan tetap bekerja giat, dan bersekolah nan rajin.

Sholat adalah mengajarkan kita disiplin. Bayangkan saja. Pagi, bangun, mandi, sholat. Segar and enak kali kan. Sarapan dan siap mengerjakan aktifitas.

Begitu juga siang hari, dan seterusnya. Sholat mengajarkan kita disiplin.

Nah, kalau pada Sholat kita sudah disiplin, maka akan dengan sendirinya membuat kita disiplin pada hal-hal yang lain, seperti disiplin bekerja, belajar, berusaha.

Makanya, saya selalu mengkritik orang yang bertanya: “Kenapa orang kristen atau orang Bule itu bisa berhasil dan kaya-kaya padahal mereka bukan beragama Islam?”

Lho, mereka berhasil dan kaya karena mereka berusaha dan bekerja keras. Sunatullah nya kan kalau bekerja keras dan belajar keras hasilnya bagus.

Itu mah nggak ada hubungannya sama agama.

Kalau mau berhasil, ya berusaha.

Hanya bedanya dalam Islam, jika bekerja keras, kita berdoa, sholat. Dan jika berhasil, jangan pula lupa bersyukur dengan membayar zakat dan membantu sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.