Mari kita lanjutkan ceritanya ya..

Selama di London, kurang lebih 4 tahun ini, sholat Jumat saya lakukan, tentu saja tergantung dimana saya bekerja. Maksud nya lokasi kerja nya apakah dekat Mesjid.

Awal kesini dulu, 2004, kerja di Air Products Plc, UK, yang kantornya di Hersham, Surrey, UK. Agak luar London memang. Sekitar 45 menit dari London Waterloo arah South West.

Di Kantor, yang Islam sebenarnya ada dua, saya sama dari Department lain yang aslinya dari Iran, tapi doi nggak sholat. jadi saya mesti nyari sendiri dimana Mesjid.

Ternyata nggak ada yang deket kantor. Cek di Internet, ada di Woking. Bah, jauh kali. Tapi apa boleh buat, dijalanin juga. Dari pada nggak sholat. Naik taxi. Mahal juga ternyata, kena 10 pounds.

Ternyata ada mesjid juga didaerah sekitaran kantor, tapi mesti pakai taxi juga, cuma 5 pound aja ongkos nya. Jadilah minggu depan sholat di mesjid yang baru ketemu itu.

Sebenarnya nggak bisa dibilang mesjid lah. Itu adalah balai pertemuan desa disana (kalau kita analog kan dengan Indonesia), yang disewa sama komunitas Islam disana untuk dipakai selama 1 jam setiap hari Jumat.

Komunitasnya memang kebanyakan orang Bangladesh.

Alhasil, ceramah pakai Bahasa Urdhu atau Bangla dulu, sebelum azan. Pas azan, imam nya baca kotbah 5 menit pakai bahasa Arab, duduk antara dua kotbah, berdiri lagi baca doa pakai Bahasa Urdhu, selesai, langsung iqomah pertanda mulai sholat Jumat. Lima menit kemudian selesai sudah acara sholat Jumat nya.

Begitu juga ketika saya pindah kerja ke Fluor Corporation didaerah ujung beruk, Camberley. Bener-bener “in the middle of nowhere”. Sholat jumat mesti naik taxi lagi. Sholat biasa malah nggak ada tempat.

Bah, nggak bener ini. Saya minta tempat buat Sholat, nggak ada katanya. Ya sudah, bye..bye Fluor. Hanya 3 mingu saja saya disana. Nggak betah. Nggak ada tempat sholat soalnya. Ngapain juga kerja disana.

Alhamdulillahnya, Bechtel pas lagi butuh orang.

Langsung pindah ke Hammersmith.

Pas clientnya Saudi Aramco lagi, jadi sang Client minta ruangan khusus buat Sholat Jumat, dan memang Bechtel menyediakan Musholla sih, kecil aja.

Nah, pas projectnya selesai atau hampir selesai, Client kan udah berkurang, jadi jemaahnya dikit. Walaupun bisa saja memang untuk sholat Jumat berjamaah, tapi karena sang Khatib yang bisa nggak ada, dan syaratnya pun mesti ngasih kotbah pakai bahasa Arab, akhirnya diputuskan sholat jumat di mesjid di luar.

Nah, disini baru ceritanya seru.

Mesjid nya di Shepperd Bush. Lumayan gede sih, tapi karena umat Islam disana memang rada banyak, akhirnya melimpah keluar mesjid sampai ke trotoar. Mana penuh dan padat lagi.

Cuma yang saya amati, ternyata hampir 95% jamaah sholat Jumatnya adalah, bisa dibilang, orang kebanyakan. Artinya, bukan orang kantoran, dan kebanyakan orang dari Afrika Utara, India, Bangladesh.

Persentase nya gak jauh berbeda jika kita pergi ke Central Mosque di London. Sama saja. Hanya tambahan orang dari Tanah Arab.

Sepertinya, saya pikir, hampir kebanyakan pemeluk Islam di dunia ini adalah kelompok yang minoritas dari sisi ekonomi.

Jarang sekali orang Kulit Putih dan berhasil secara ekonomi yang sholat Jumat disana, kalau nggak bisa dibilang nol.

Kenapa ya?

(to be continued..)

7 Comments »

  1. Bang Donny,
    Kira-kira ada berapa part lagi ini ya? Hehe.

    Saya sih kurang tahu ya kenapa seperti itu. Belum pernah melihat negeri luar soalnya. Tapi mungkin bisa dicek apakah orang kulit putih yang non muslim dan berhasil secara ekonomi melaksanakan kewajiban agama mereka masing-masing?

    Kalau tidak juga, berarti memang kultur masyarakatnya memang seperti itu.

    Like

  2. Ass mas donny,

    senang membaca cerita tentang pengalaman anda di london.
    menarik sekali.

    Mas donny sekarang masih tinggal di london atau dimana?
    saya butuh banyak informasi tentang komunitas muslim di london, bisakah mas doni membantu saya?

    mohon tidak keberatan untuk menghubungi saya di email saya

    sharifaweni@yahoo.com

    terimakasih

    Like

  3. saya sanga perihatin, begitu juga dengan bangsa ini. semoga Allah mengangka seluruh derajat umatnya.

    dan semoga mas selalu d’berikan kekuatan iman. dimanapun anda berada.

    dirusia lebih parah lagi

    Like

  4. Hallo mas dony,membaca pengalaman mas dony,saya sangat tertarik,karena saya juga berencana berangkat ke UK awal bulan depan.maka boleh ndak saya nimba ilmu dan pengalaman sama mas Dony,
    nama Kamalunniam,alisya_galery@yahoo.co.id
    terimakasih

    Wassalam
    Kamal N

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.