My Story

Rencana Untuk Masa Depan

Saya sering berpikir, apa yang akan saya lakukan di masa depan? Maksudnya 3 tahun lagi atau 5 tahun lagi.

Apa masih mau seperti ini saja? Atau mau mencoba beralih profesi?

Jujur saja, dengan menjadi Piping Stress Engineer di London, sudah lebih dari yang saya impikan. Gaji cukup buat hidup dan bisa disisihkan untuk membantu orang lain serta di tabung dikit.

Kerja di London, tinggal di Wimbledon, berangkat jam 7.30, pulang jam 5 sore, sabtu dan minggu bercengkerama dengan keluarga.

Merasa bosan? Tinggal mengendarai mobil 30 menit sudah bisa menikmti London Eye, parliament square, Trafalgar Square. Nonton bola, bisa di TV atau ke Chelsea.

Ke Paris? Tinggal naik Eurostar di St. Pancras, dan 3 jam kemudian sudah sampai di Paris Disneyland. Ngurus Visa dulu sih memang.

What else could I ask for?

Dua atau tiga tahun kedepan, kira-kira mau gimana?

Pengennya sih, saya mau kerja dirumah saja alias punya company sendiri berbasis Internet.

Jadi, bakalan punya office sendiri, dirumah sendiri, jadi bos sendiri, jadi pelayan sendiri. Sehingga, punya banyak waktu bersama Istri dan anak-anak, yang pas lagi “growing up”.

Bisa nggak ya?

Harus bisa. Saya mau coba ah.

Categories: My Story

7 replies »

  1. Belikan saham aja pak gajinya di BEJ. Saham BUMN di Indonesia, mo naik mo turun cuekin aja, yang penting tiap tahun dapat deviden. Trus…deviden dibagi 12, trus itulah yg di habiskan perbulan. 10% buat amal, 70% consumable dll, 20% untuk org yg kita hormati. 😀 . Trus waktu yg ada bisa kita gunakan terserah kita. Asik dan menarik sepertinya bisa menjadi seperti bapak. Salam

    Like

  2. Wah, mas donny, jangan maen saham deh kalo anda Muslim, karena saham itu haram, termasuk judi, adu untung2an. Lebih baik anda kembali ke Indonesia buka usaha sendiri sambil ngajak temen atau relasi terdekat dll. Jadi lumayan bisa membuka lowongan kerja di sini.

    Like

  3. Subhanallah..
    Semoga Allah Memperlancar Urusan Mas…

    Aku Adalah Pecinta Blog ini hanya saja baru kali kali dan hari ini baru memberikan Pertanyaan dan Komentar..
    Sebelumnya saya berterima kasih kepada Mas atas penjelasan tentang PSA yang membuat Arah perjalanan Kehidupan Karir saya menjadi lebih memberikan harapan setelah saya mengerti dari tulisan Mas yang ada di Blog ini..
    Sebagai rasa terima kasih saya, Mohon izinkan saya ikut memberi Input kepada Mas hanya sekedar membantu saja..sech..

    Kalo saya boleh ikut Ambil Suara…

    Setelah Ibadah kepada Allah buat saya Keluarga adalah Prioritas ke 2
    Mas.. Donny ….

    Saya Punya Cita-cita setelah saya kuliah Saya ingin membangun Bisnis Sendiri Yaitu Pemegang Licence (seperti Mc Donald, Es Teller 77, KFC dll) dan sampai Memiliki Properti sendiri.

    Seperti yang di katakan dalam BUKU ROBERT T KIYOSAKI, Bahwa KITA mencari uang berdasarkan 4 Kuadran :
    1. Employee : Sebagai Karyawan (Bekerja di Perusahaan Orang lain), artinya kita dibayar atas pekerjaan dan standart yang sudah ada ( itupun biasanya hanya CUKUP makan istilahnya)..maaf ya..kalo pernyataannya mengganggu…
    2. Self Employee : Bekerja sebagai Karyawan bagi dirinya Sendiri misalnya seperti : Dokter, Lawyer dan Tenaga Ahli..
    artinya kita bekerja jika ingin makan
    3. Bisnis Owner : Pemilik Bisnis (Punya Perusahaan Sendiri) yang berjalan dengan sistem yang sudah terbukti.
    artinya kita memiliki Bisnis dan Bisnis tersebut Berjalan ada atau tanpa kita untuk terlibat…sehingga kita memiliki banyak waktu untuk keluarga kita mis : Bisnis yang dibuat secara FRENCHICE (Licence), Hak Cipta mis : Membuat Buku dll.
    4. Investasi : kita menginvestasikan uang kita kepada BISNIS yang pertumbuhan..Seperti : Properti, Internet Marketing..dll
    Biasanya orang akan menginvestasikan uangnya jika ia sudah menjalankan Bisnisnya sendiri sehingga dia bisa menganalisa pertumbuhan disetiap Company, dari mulai Hutang, Sales Growth Rencana atau Product yang akan diluncurkan kedepan dsb..

    Mungkin itu sebagai gambaran kita semua untuk memilih jalan mencari Rezki Allah..dan semuanya itu kembali lagi tergantung dari kesiapan Mental Pengetahuan kita…
    Asalkan tidak menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah…

    Saran saya buat Mas Donny
    1. Masukan dulu 20% dari Penghasilan Bulanan Mas
    Pertanyaanya Kapan diambilnya ?
    Jawabannya : Nanti ketika Bunganya sudah bisa membiayai Hidup Mas dan Keluarga.
    2. 40% Gunakan untuk Kebutuhan sehari-hari dari Mulai Listrik, Pa
    3. 25% berikutnya Investasikan Kepada Bisnis, yang keberhasilannya +-90% biasanya ciri-cirinya keuntungannya dibawah 40%.
    4. 10% lagi Investasikan ke Bisnis yang kemungkinan Keuntungannya Cukup besar yaitu diatas 100% atau lebih, hanya saja tingkat kepastian untungnya dibawah 50 % ( termasuk Investasi Saham – Karena saya berbicara sebagai PEMULA lain hal dengan yang sudah Mengikuti training Clelmen Chiamh, Abraham Lembang atau Mega Option ). dan Kalo memang mau mencobanya Mungkin menggunakan OPTION EXPRESS akan lebih terkendali karena disana banyak juga yang PEMULA dan Akhirnya berhasil…+- ada yang dapat 10 juta perbulan..(Mungkin Dana awal yang dibutuhkan sekitar 25ribu US)

    Mungkin itu sebagai tambahan dari saya dan Persentase Keuangan tersebut tidak kaku sifatnya karea tergantung dari Usia dan Keberanian kita masing-masing untuk mencapai Goal (Apakah kita termasuk orang yang Agresif atau yang menginginkan keamanan), saya memberikan angka itu ke Mas Donny karena melihat Usia Mas Donny dan memberikan angka Aman.

    Maaf Jika Kepanjangan dan saya tidak bermaksud menggurui..
    Kalo tidak keberatan Apa saya boleh tahu Dimana Alamat lengkap Mas di London..,
    Insyallah saya akan berikan buku yang mudah-mudah bisa memberi Inspirasi tentang Bisnis yang akan Mas Jalani Nanti…

    Trims
    Arif – Jaicybers@yahoo.com

    Like

    • Pak Arif salam kenal..saya juga pemerhati blognya mas donn ini..dan saya juga baru mau kursus PSA(inspired by Donn article),,, dan saya juga tertarik dengan saham options..bolehkah konsultasi sama pak arif??

      Like

  4. “…tidak menyimpang dari Qur’an dan Sunnah..” ?
    tapi koq “ilmu keuangan” kita, malah ambil dari karangan Kiyosaki ? apakah Kiyosaki ini muslim ? hmmm….
    jika memang dari Qur’an dan Sunnah, sebenarnya “financial problem” sudah ada solusinya di dua kitab suci itu dan banyak. tinggal implementasi dari kita sajalah, mau atau enggak (atau masih ingin tambah lagi dari karyanya Kiyosaki dan sejenis nya ?)
    terus terang, saat ini saya lagi tunggu semacam pembuktian dari teman saya yang menguasai sekali buku nya Kiyosaki dan sejenis nya ini, dalam kehidupan nyata. sampe sekarang belum terbukti apa harapan teman saya itu (berdasar buku-2 jenis financial management tersebut.)

    Like

  5. Ntah itu mau dari Kiyosaki atau dari Qur’an dan Sunnah,
    bila mau bekerja sendiri harus mempunyai jiwa enterpreneurship.

    Pertama kali bekerja membangun perusahaan sendiri beda jauh bila kerja di perusahaan orang lain.

    Kerja ikut di perusahaan orang, the way of thingking focus pada jobdesc kita.

    Sedangkan bekerja di perusahaan sendiri harus berpikir menyeluruh. Mulai dari bagamana input materialnya, lalu prosesnya dan bagaimana pemasarannya, belum lagi memikirkan pricing yang kita terapkan pada produk kita dan bagaimana pengelolaan karyawan kita. Belum lagi harus berani menghadapi untung-rugi. Patokan diatas hampir sama antara produk jasa maupun barang, tinggal disesuaikan saja.

    Karayawan cukup kerja dari pagi sampai sore. Bila pengusaha bisa bekerja sampai larut malam memikirkan kemajuan perusahaannya (sehingga dari sini kita memahami knp dirut, presdir, CEO, owner selalu pulang sampai tengah malam).

    Belum lagi bila menjelang hari libur, karyawan bisa libur, sedangkan pengusaha/owner bisa ya bisa tidak.

    Nah dari situ cukup jelas sekali perbedaan bila kita menjadi karyawan dan pengusaha. Sudut pandang pengusaha harus luas sekali.

    Bila mas Don siap dengan segala hal yang saya sebutkan diatas. Why not, berubah dari yang menerima gaji menjadi yang menggaji.

    Oiya satu lagi, jgn selalu menggampangkan ah beli aja produk2 lisence kayak McD, Pizza hut dsb.. Kalo beli aja trus tinggal ngawasin aja karyawan bekerja, saya jamin gak akan berumur panjang..

    Like

  6. Kebetulan background saya dari teknik juga.

    Menjadi pengusaha, apalagi dari background teknik, tidaklah gampang.

    Sebagai gambaran, begini ceritanya:
    ada teman saya dari teknik elektro. Pernah saya tanyakan ke dia, kenapa kamu tidak buka usaha sendiri. Jawabannya adalah tidak, karena dia tidak bisa untuk menawarkan suatu produk ke orang lain.

    Point yang kita ambil dari sini, kita sebagai orang teknik selalu terbiasa dengan suatu teknik problem solving: ada problem, cari masalahnya, lalu cari solusinya, kemudian kerjakan, terakhir checking utk feedbaack informasi. Kesemuanya persis dengan gambar close control loop.Ditambah apa yang dihadapi sebagian besar adalah benda mati.

    Nah, padahal dalam membuka usaha problem-problem yang dihadapi selalu lebih dinamis. Kalo kita berpikiran secara teknik: bikin plan produk, cari input materialnya, proses, lalu pasarkan outputnya sudah selesai. Tapi yang dibutuhkan dalam berusaha bukan seperti itu. Misalnya bikin perencanaan produk tidak hanya dengan merencanakan secara tekniknya tapi juga harus bertanya siapa konsumennya, apakah produk itu laku dipasaran, lalu pada pemasaran outputnya kita tidak bisa menunggu konsumen datang. Harus ada dilakukan secara tricky supaya konsumen tertarik dan datang membeli. Nah hal tricky inilah kadang sudah merembet ke suatu hal yang sulit diukur layaknya kita menghadapi suatu problem di teknik dan sedikit merembet sesuatu hal yang berbau seni.

    Jadi kesimpulannya, bila anda seorang engineer dan ingin berubah haluan menjadi seorang pengusaha anda harus memiliki jiwa enterpreneurship.

    dan bagaimana mendapatkan jiwa enterpreneurhsip itu?
    ada banyak cara, satu yang penting setelah anda banyak membaca segala hal tentang enterprenurship segerelah mempraktikan dengan skala kecil dulu.

    Saya pernah membaca suatu majalah yang sangat bagus dan cocok dengan background kita orang teknik.

    Malajah itu namanya Teknopreneur..

    Gak tahu sekarang ini masih beredar atau enggak..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.