My Story

Winter di London

Sudah dua hari ini udara di London dingin sekali. Semalam, temperatur di luar -4 C. Sub zero. Banyak sudah butir-butir es di jalanan dan di kaca mobil yang kebanyakan diparkir diluar.

Jangan pernah ngebayangin mobil di Inggris bakalan diparkir digarasi. Na. Semuanya parkir dipinggir jalan. Hujan, kehujanan. Dingin, kedinginan. Kalau ada salju, pasti mobil nya bakalan hilang ditutup salju.

Kalau sudah begitu, pagi-pagi, bagi yang berangkat kerja terpaksa menggunakan Mobil, sibuk sudah “mengikis” es yang ada di kaca depan mobil.

Musim dingin selalu nggak enak. Siang nya sebentar. Malamnya lama banget. Matahari baru terbit jam 8 pagi. Jam 4 sore sudah Magrib. Padahal jam kantor tetap aja 8 – 5. Alhasil, berangkat pagi masih gelap. Mana dingin lagi.

Alhasil, pagi mesti lengkap dengan jumper, scarf, hand-gloves, dan jacket atau overcoat.

Biasanya, pagi itu temperatur masih 3C, plus angin nan bertiup bikin tulang menggigil.

Tapi, karena sudah biasa kali ya, tetap aja banyak sudah orang yang berjalan menuju ke Train Station, menuju ke tempat aktifitas nya masing-masing.

Saya pun, karena sudah tinggal disini, maka mau tak mau juga harus membiasakan diri untuk berdingin ria. Salah sendiri, ngapain tinggal di Inggris, ya nggak. Eh, ngga salah deh. memang udah maunya.

Categories: My Story

1 reply »

  1. wa,,,,,,,,,,,,,, sepertinya tinggal di london seru ,,,,,

    emmm,, pak don ,, orng2 di london sombong gak????

    mreka tipe orang yg gmana ya????

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.