Seperti biasa, habis sahur dan sholat subuh jam 5 pagi, saya kembali keperaduan. Autumn Season sudah makin menyelinap. Dingin pun sudah meresap ke tulang.

Kemaren, pulang dari kantor, jam 5 sore, dingin nya boleh juga bikin bulu merinding, mana perut masih kosong lagi. Soalnya Autumn ini Maghrib baru jatuh jam 6.54 sore.

Pagi ini pun begitu. Dingin dan dingin. Jam 7 lewat 15 terbangun, terus mandi. Anak-anak juga bersiap-siap untuk kesekolah.

Sambil ganti baju, saya lihat melalui jendela matahari sudah bersinar kenceng, tapi orang lalu lalang malah menggunakan jacket dan syal. Bah, apa pula ini. Malah ada yang sudah pakai sarung tangan.

Wah, mesti pakai jumper nih, plus jas. Nggak usah pakai dasi, nggak enak soalnya. Lagipula, dasi kan buat salesman, saya becanda.

Begitu keluar, setelah cium sana cium sini sama istri dan anak-anak, udara dingin langsung menampar muka.

Ada dua pilihan kalau mau ke Wimbledon Station dari rumah. Mau naik Tramlink atau jalan kaki. Tiket nggak masalah, soalnya sudah beli Travel Card zone 1-3 yang meng-cover London dan sekitarnya. Jadi saya bisa naik Bus, Train, Underground, maupun Tramlink dengan menggunakan satu kartu tadi, tanpa ada biaya tambahan.

Jalan kaki aja ah, saya memutuskan. Merasakan segarnya udara pagi.

5 menit kemudian sudah sampai di Lobi WImbledon Station. Sudah ramai orang. Jam menunjukan 7.45. Kalau langsung dapat kereta, jam 8.20 sudah didepan meja kantor nih, pikir saya.

Melangkah menuruni tangga menuju platform Distric Line, sambil mengambil koran ayng disediakan gratis, saya pun langsung melihat screen jadwal kereta. Lho, nggak ada yang ke Paddington? Ada apa ini?

wimbledon_station.jpg

Adanya cuma Train ke City, tempat pusat finansial London berada.

Yah udah, naik aja, gumam saya, toh nanti bisa tukar kereta di GLouscter Road, pakai jalur Circle Line.

Akhirnya, berjalan menyusuri platform menuju ke Train yang lagi ngetem.

Baru tengah perjalanan, ada pengumumam dari penjaga stadion. Katanya, karena da sesuatu hal, tidak ada kereta ke Paddington dari WImbledon, dan juga nggak ada Circle Line pagi ini.

Wah, nggak aci nih. Kagak ada gunanya naik Train ini kalau nggak bisa ganti ke Circle line.

Kalau begini ceritanya, jalan-satu satunya, selain taxi dan bus tentunya, harus naik British Rail ke London Waterloo, yang menjadi salah satu scene dalam filem terbaru nya Matt Damon, The Bourne Ultimatum, nih.

Langsung saya balik arah, menuju pintu keluar dan pindah ke Platform 5, jalur ke London Waterloo.

1 menit kemudian, datang tuh kereta. Penuh sekali nih kereta.

Trus ada pengumuman lagi, penumpang yang mau menggunakan Distric Line harap nggak usah turun disini, soalnya kagak ada kereta.

Yah, terpaksa naik kereta nan penuh.

london-waterloo.jpg

Sampai di London Waterloo, pindah naik undergorund jalur Bakerloo Line.

Nggak penuh benget. Bisa baca koran. Nah, disitu ada beritanya.

Ternyoto, kejadian ini sudah sejak semalam. Beritanya, Union alias serikat pekerja para Sopir (masinis) menyatakan sepakat untuk tidak mau mengendarai atau menjalankan kereta karena keretanya sudah tua alias berumur 25 tahun, dan dikhawatirkan rem nya kagak bagus.

Lah.

Transport For London, mengatakan nggak apa-apa kok, udah dicek semua, kemaren juga jalan, aman-aman aja.

Saya pikir, ini supir ada-ada aja, pakai sok khawatir segala, padahal sudah dijamin servicenya bagus.

Tapi, tetep aja nggak mau bawa.

Alhasil, kereta yang ada jadi sedikit, karena yang berumur dibawah 25 tahun nggak banyak. Memang kereta yang ke Wimbledon ada yang diatas 25 tahun, tapi aman-aman aja.

Yah begitulah, ternyata Sopir disini bisa menolak membawa Train, dengan alasan Safety, walaupun perusahan sudah bilang “safe kok”.

Jam 8.50 baru sampai di kantor.

paddington_circle-district_station.jpg

2 Comments »

  1. salam mas..saya pelajar malaysia bernama faizal b. ibrahim sekarang menuntut di universiti al al-bayt jordan,dalam jurusan bahasa dan kesusasteraan arab, saya mahu minta tolong sama mas,saya kemungkinan akan bertolak ke london pada bulan januari ni kerana saya mahu mencari kerja untuk tampung perbelanjaan pengajian saya di jordan selama 4 tahun,kerajaan negeri melaka iaitu di malaysia ada memberikan pinjaman sebanyak RM 6500.00 setahun,tidak mencukupi untuk setahun sedangkan jumlah perbelanjaannya setahun mencecah RM 12,000.00…jadi saya membuat keputusan untuk pergi mengembara ke london untuk mencari kerja misalnya bekerja di kilang roti atau apa- apa sajalah asalkan bisa kumpul duit untuk pengajian..saya harap mas bisa tolong saya ya..saya berharap sangat..sebab saya tidak ada siapa bisa tolong,keluarga saya susah..jadi saya tidak mahu menyusahkan mereka..saya mahu kerja..saya mohon agar mas bisa tolong saya ya..saya sekarang sedang belajar di mafraq jordan semester satu,…tapi saya akan tangguh subjek untuk semester kedua kerana mahu cari duit dahulu…saya harap mas dapat tolong saya…ni email saya : fzl_ibrahim@yahoo.com…tel : +962779795997

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.