Note: Ini adalah artikel lama yang saya buat tahun 2007. Jadi akan ada beberapa perubahan dalam aturan terutama mengenai limit untuk Stump Duty. Kalau mau akurat, bisa di check ke link berikut: Stamp Duty UK

&&&&

Tahun 1995 dulu, saya pernah mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di Sawangan. Proses nya nggak begitu berbelit-belit. Mulai dari melihat lokasi, memilih rumah yang diingini, menyetor deposit alias DP, kemudian melengkapi dokument yang diperlukan seperti slip gaji, surat keterangan bekerja dari kantor, cukup sudah.

Nanti kita dipanggil untuk menandatangani perjanjian jual beli bersama notaris.

Simple, menurut saya.

Lain halnya dengan di Inggris. Prosesnya lebih lama dan kalau boleh dibilang, ruwet.

Ini ceritanya.

Bagi orang asing, seperti saya ini, setelah bermukim dan bekerja di Inggris minimal 3 tahun berturut-turut, maka saya sudah boleh mengajukan kredit untuk pembelian rumah.

Harga rumah disini, seperti halnya di Jakarta, juga bervariasi tergantung lokasi.

DI London, apalagi Central London, jangan harap kita bisa beli. Biasanya dalam entuk Apartment, dan harganya gila-gilaan, mulai dari 1 juta poundsterling ke-atas untuk 3 bedroom flat. Biasanya yang beli adalah celebritis Inggris dan dunia, pemain sepak bola Chelsea atau Arsenal, juragan minyak dari Arab, serta orang Jepang, dan yang pasti “Beruang Merah dari Russia”.

Kalau anda keluar dikit, misalnya 40 menit naik Train, maka harganya mulai terjangkau masyarakat biasa.

Temen-temen saya sesama Indonesia, mereka banyak membei rumah di daerah South East London, misalnya Bromley, Milton Keynes, atau juga di Utara London, seperti Barnet dan lainnya. Dan harganya pun masih dibawah 300 ribu-an.

Saya yang sudah tinggal di South West London, alias Wimbledon, tentunya membeli didaerah sini, karena anak-anak sudah bersekolah disekitar Wimbledon, jadi logis aja kan.

Ada dua jenis property di Inggris, yaitu disebut “House” dan “Apartment/Flat”.

Houos adalah sebutan untuk rumah yang umumnya bertingkat, alias punya dua lantai.

Flat atau Apartment, kita sudah tahu kan.

Harga Rumah atau Flat ditentukan dengan berapa jumlah kamar yang ada. Makin banyak kamarnya, maka makin mahal pula dia.

Jika dibandingkan “orange to orange” antara Rumah dengan Flat di lokasi yang sama, maka rumah akan lebih mahal.

Disini, kalau kita beli rumah, kita harus menyiapkan 10% deposit. Diluar itu, ada biaya “Solicitor” alias, gampangnya, adalah notaris. Dan jangan lupa, ada biaya yang paling besar, yaitu “Stamp Duty” ke Inland Revenue. Ini adalah bentuk lain dari pajak buat pemerintah. Besarnya bervariasi, tergantung harga rumah, muai dari 0% jika harga rumah dibawah GBP125000, 1% untuk harga antara GBP125001 – GBP250000, 3% untuk diatas GBP250000 sampai GBP499000, dan 4% diatas GBP500000.

Pembelian rumah, hampir 100% dilakukan melalui Estate Agent.

Semua rumah yang dijual, dapat dilihat di Websitenya estate agent, atau juga di kantor dia yang tersebar di jalan besar, dan kalau malas cukup melihat ke websitenya property se Inggris, seperti findproperty.com.

Disitu kita bisa lihat type rumah beserta gambar tiap-tiap ruangan dan informasi lainnya.

Proses yang harus dilakukan adalah:

1. menghubungi Estate Agent bahwa kita mau membeli rumah di lokasi A dan kita sudha lihat websitenya dan sekarang kita mau melihat langsung lokasi serta isi rumahnya. Dalam hal ini, kita sama sekali tidak berkesempatan untuk bertemu dengan pemilik rumahnya. Smeuanya mesti melalui Estate Agent. Dan dia yang mgang konci rumah tersebut.

2. Akan diatus waktu untuk ketemu. Setelah itu kita akan masuk dan, biasalah, mengecek tiap bagian rumah.

3. Setelah itu, kita bisa lansung mengajukan penawaran atau pulang dulu, kemudian akan ditelpon oleh Agent tersebut untuk menanyakan apakah kita tertarik atau tidak.

4. Jika kita tertarik dan mengajukan penawaran atau Offer, maka si Agent akan meneruskan ke Owner. Jika pada saat yang bersamaan ada dua Offer, maka jika offer kita lebih rendah, maka biasanya, si Agent akan memberitahukan ke kita danmenanyakan apakah kita mau menaikkan harga.

5. Jika offer kita diterima, maka property tadi pun kemudian di beri tanda “Under Offer”.

6. Proses selanjutnya adalah, si Agent akan menelpon kita sambil menanyakan apakah kita sudah punya Mortgage (alias Bank yang akan memberikan Kredit). Jika belum, mereka akan menawarkan untuk mencarikan.

7. Inilah yang disebut Mortgage Application. Kita akan ditanya segala macam, mulai dari gaji, pekerjaan, sudah berapa lama disini, kemudian yang penting, mereka mengecheck credit status kita di sebuah badan yang mendata semua credit history kita.

Badan ini di UK ada dua yang terbesar dan terkenal, yaitu Experian dan Equifax.

Jika kita nggak punya data disana, maka bisa dipastikan kita nggak akan dapat mortgage.

Untuk bisa mempunyai data disana, maka kita harus sudah punya Bank Account, Kartu Kredit, Mobile Phone Contract. Dan yang penting lagi, kita sudah daftar sama kedua badan tersebut, sehingga data kita jadi update.

Credit Agency tersebut akan melakukan penilaian atas “Credit Rating” kita berdasarkan sejarah “kredit” kita, misalnya kita pernah atau tidak menunggak kartu kredit, menunggak bayar telephone, listrik, atau ada masalah dengan account kita, pernah berurusan sama polisi atau pengadilan.

Nilai yang diberikan dalam skala 0 – 1000 yang paling tinggi. Makin tinggi skore kita, maka menunjukan kita adalah orang yang reliable, tanggung jawab dan singkat kata adlah orang baik-baik. Sehingga, makin tinggi skore kita, maka Bank akan senang dan yakin untuk memberikan pinjaman ke kita.

Ini prosesnya lama ini, paling tidak 3 minggu – 4 minggu. Jika di approved, maka keluarlah surat dari si Bank yang nawarin kredit ke kita, namanya adalah Mortgage Offer.

Dalam mortgage offer, disitu tertulis semua cerita tentang kita, tentang berapa uang yang akan kita pinjam, berapa bunganya, berapa yang mesti kita bayar setiap bulan, dan menariknya lagi, juga ditulis berapa nantinya, setelah pada tahun terkahir, misalnya setelah 20 tahun, berapa total uang yang sudah kita bayar, sampai mortgage nya lunas.

Di akhir katanya juga diingatkan bahwa jika bunga Bank of England naik, maka cicilan pasti naik juga. Dan juga diingatkan apakah akan mampu membayar seterusnya.

Terakhir, dalam huruf besar ditulis, “Rumah akan diambil alih jika kita tidak mampu membayar cicilan”.

8. Sementara kita lagi applikasi Mortage, si Solicitor terus bekerja megumpulkan surat-surat rumah, asuransi rumah, mencari data ke Council tentang kemungkinan planning ke depan, mencari data soal rumah tersebut, dan lain sebagainya.

9. Jika semua sudah beres, kira-kira 3 minggu – 4 minggu, baru kita ditelpon untuk bersiap-siap menandatangani kontrak. Ini disebut “Exchange Contract”. Akan ada dua kontrak, yaitu kontrak dari “Seller” dan dari “Buyer”. Masing-masing mendapatkan dokument yang sama, dan masing-masing harus menandatangani dokument yang sama. Setelah itu, kita sebagai pembeli menyetorkan uang Deposit. Dan kemduian, terjadilah penukaran contract uang sudha ditandatangani tadi, inilah yang disebut Exchange Cotract.

10. Minggu depannya, siap sudah untuk completion, yaitu menerima konci dari Seller, dengan catatatn kita sudha bayar lunas semua biaya Stamp Duty, Solicitor tadi.

Total waktu yang dibutuhkan untuk membeli rumah di Inggris, mulai dari naksir rumah, mengajukan penawaran, sampai bisa mendapat kan konci rumah, adalah 1.5 bulan. Wuiih.

Itu hanya berlaku kalau kita adalah orang yang baru beli rumah untuk pertama kali alias First Time Buyer.

Jika kita adalah yang mau pindah rumah dari rumah yang lama ke rumah yang baru, maka process nya bisa lebih rumit dan makan waktu. Paling tidak butuh waktu 4 bulan untuk bisa pindah ke rumah baru.

3 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.