Tahun ini bulan Ramadhan 1428 Hijriyah jatuh pada pergantian musim panas dengan musim gugur di London. Artinya, tahun ini bisa dipastikan umat Islam di London akan berpuasa lebih lama.

Kalau normalnya kita di Indonesia, subuh jam 4.30 pagi, maka jam 6 kurang sudah bisa berbuka. Sekarang, kita mulai subuh jam 4.37 pagi, dan baru bisa minum dan makan pada pukul 7.28 malam. Hampir 15 jam.

Menjelang aakhir Ramadhan, baru bergeser mulai jam 5.30 pagi sampai jam 6 sore.

Pagi ini meninggalkan rumah, menuju kantor, seperti biasa, berjalan menuju Train Startion Wimbledon.

Tak ada yang berubah. Suasana tetap seperti kemaren, sebelum masuk Ramadhan. Toko makanan dan minuman buka normal. Toko Roti “Gregg” disebelah station pun tetap ramai melayani pengunjung yang akan sarapan.

Sesampai di pelataran station pun, kedai kopi yang biasa saya beli secangkir Cappucino pun telah dan tetap melayani pelanggan.

Saat jam makan siang pun demikian. Tidak ada yang berobah.

Restaurant tetap buka, MacDonal pun ada dan ramai pengunjung.

Kecuali saya, yang biasanya ikutan ngopi sama ng-teh tiap pagi dan siang, sekarang ditunda dulu. Paling tidak satu bulan kedepan ini.

Temen-temen kantor sudah pada tahu saya beragama Islam, jadi waktu saya nutup pintu ruangan, mereka biasanya tahu kalau saya lagi sholat. Termasuk temen satu ruangan yang tetap kerja dimejanya sementara saya sholat disisi lain ruangan kami.

Tak ada yang berobah.

Tapi, hal tersebut justru membantu saya untuk bisa berpuasa dan bekerja dengan normal bak hari biasa.

Mungkin karena saya nggak ketemu tampang yang lemes gara-gara puasa, soalnya memang nggak ada yang puasa, jadinya nggak terasa lagi puasa. Mudah-mudahan saja nggak pura-pura lupa trus ikutan ngopi…

Mungkin juga enaknya karena temperatur diluaran hanya 21 C, jadi nggak begitu terik kali ya.

5 Comments »

  1. hohoho…

    puasanya juga tetep yah pak?

    jadi pengen menjajal nasib di negeri org pas puasa, pas panjang bgt wkt siangnya, apa saya tahan yah?

    pasti perut saya riang gembira menyiksa batin saya… dan memaksa saya untuk berenti ajah…
    yg pasti kemenangan yg dirasakan setelah buka puasa yg jadinya lebih berasa drpd kalo di indo yg suasana puasa dan lebarannya terasa kental…

    selamat berpuasa pak…maapin lahir batin…
    moga2 Allah meridloi…

    Like

  2. wah,……..asik ya punya pengalaman puasa dilondon,tapi susah juga ya saat orang lain pada gk puasa kita harus tetap jaga diri untuk tetap menahan diri dari hawa nafsu. jadi pengen ikutan puasa disana’……boleh ya pak!……..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.