My Story

Berbahasa Indonesia yang baik dan benar bagi Anak Indonesia di Luar Negeri

Berbahasa Indonesia bagi kita dan anak-anak kita yang tinggal di Indonesia mungkin bukanlah sebuah masalah. Wong tiap hari dia bergaul dan berkomunikasi dengan sekelilingnya deegan menggunakan bahasa Indonesia.

Memang ada juga yang ber-bahasa daerah, tapi tetap bisa berbahasa Indonesia, baik tulisan maupun lisan.

Tapi, bagi anak-anak Indonesia yang tinggal dan bersekolah di luar negeri, ceritanya jadi lain.

Anak-anak yang saya maksudkan disini adalah anak-anak mulai usia 3 tahun sampai 12 tahun, yang karena situasi dan kondisi berada diluar negeri, misalnya ikut orang tuanya, yang asli Indonesia dan sedang tugas belajar atau tugas kerja atau memang bekerja di luar negeri.

Anak-anak inilah, yang saya percaya jumlahnya sangatlah banyak bertebaran di Eropa dan Amerika. Hampir seluruh mereka saat ini bersekolah di lingkungan berbahasa Inggris dengan teman-teman yang juga notabene berbahasa Inggris juga.

Sehingga, separoh waktu mereka dihabiskan di sekolah bergaul dan berinteraksi dengan anak-anak Bule tersebut. Sehingga mau tak mau mereka harus lancar berbahasa Inggris.

Disatu sisi adalah membanggakan melihat dan mendengar anak-anak kita bisa berbahasa Inggris dengan lancar, lebih lancar dari orang tuanya, dengan dialek yang sudah seperti “native”.

Disisi lain, yang saya amati, kemampuan berbahasa Indonesia mereka amburadul dan bahkan ada yang nol sama sekali.

Yang bikin saya gemes juga, orang tuanya malah tidak mendorong anak nya belajar bahasa Indonesia. Sehingga, dalam berkomunikasi dengan anaknya pun mereka menggunakan bahasa Inggris.

Di Wimbledon, tempat saya tinggal sementara ini, ada juga beberapa keluarga dari keturunan China, Jepang dan Korea. Mereka sudah cukup lama di Inggris ini, ada yang sudah 4 tahun, dan seperti juga anak-anak Indonesia, anak-anak China, Jepang dan Korea tersebut juga bersekolah di lingkungan berbahasa Inggris.

Tapi, setiap mereka berkomunikasi dengan anak-anaknya, mereka tetap menggunakan bahasa aslinya. Dan anaknya pun membalas dengan bahasa yang sama.

Dalam pertemuan dengan guru sekolah di setiap tengah semester, guru anak saya pernah mengingatkan saya bahwa jangan sampai anak-anak saya yang bersekolah di Inggris, tidak bisa berbahasa Indonesia, sebagai bahasa ibunya.

Mengapa? Karena itu sangat penting sekali dalam mengingatkan dia pada “root-nya” Disamping itu, dengan mempunyai kemampuan berbahasa lain, adalah suatu nilai tambah buat dia.

Menurut saya, hal itu sangat benar sekali.

Kenapa kita harus melupakan asal-usul kita pada anak-anak kita.

Saya dan istri sepakat bahwa anak-anak kita harus selalu diingatkan akan “root” nya, Indonesia. Mereka, ketiganya, besar dan bersekolah di London. Bahasa Indonesia mereka agak kurang bener, membaca buku cerita bahasa Indonesia saja mereka nggak ngerti.

Sehingga, saya berkeputusan untuk mengajarkan mereka membaca majalah Anak-anak Indonesia yang kita bisa berlangganan di London ini.

Dalam berkomunikasi dengan anak-anak, saya sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia, yang sekali-sekali saya selipkan kata-kata bahasa Inggris, jika mereka tidak mengerti.

Prinsipnya, mereka boleh saja mendapatkan pendidikan barat, tapi sikap dan tingkah laku mereka harus mencerminkan budaya Indonesia dan tentu saja mencerminkan agama Islam.

Orang tua lain boleh saja tidak setuju, wong bebas kok.

Categories: My Story

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.