Agustus ini, biasanya kebanyakan Universitas, akan mewisuda lulusan terbarunya. Ada juga memang yang mewisuda dibulan Februari.

Artinya, di bulan Juni ini, sudah ada yang baru saja bergelar Sarjana Teknik, Sarjana Ekonomi, Sarjana Hukum atau Sarjana lainnya, tinggal diwisuda saja.

Ada juga yang sudah lulus sidang, tapi tinggal nunggu di wisuda.

Atau, ada juga kan, yang sedang menyiapkan tugas akhir dan saat ini sedang di semester akhir.

Apapun juga, posisinya sama, yaitu segera mau akan meninggalkan kampus tercinta dan tercebur, menceburkan diri atu diceburkan sama kampusnya, kedalam dunia nyata, dunia yang tidak bersahabat bagi yang baru lulus.

Betapa tidak.

Baru aja selesai wisuda. Belum punya pekerjaan. Artinya dompetnya masih kosong. Kalaupun ada mesti minta sama Sugar Daddy.

Mau kemana? Ada tiga pilihan kan: Kerja, tidak kerja atau Kuliah lagi.

Kerja jelas nggak perlu dibahas disini. Karena perbandingan antara kesempatan kerja dengan lowongan pekerjaan jelas nggak seimbangkan. Yang jelas, kirim aja lamaran dulu, nanti tunggu respon dari perusahaan. Syukur-syukur diperhatiin dan dipanggil.

Kalau nggak dapat kerjaan di dalam negeri?

Gampangnya kan ngomong: ke luar negeri dong. Inggris misalnya.

Emang mudah?! Ngomong sih enak. Caranya?

Secara umum, Indonesia, termasuk kedalam kategori Visa National, artinya perlu Visa atau Entry Clearance buat masuk ke Inggris.

Masuk dalam artian melewati pintu Imigrasi, baik Udara di Heathrow atau Gatwick, maupun darat/laut yaitu Dover, secara sah dan legal.

Untuk bisa masuk secara sah dan legal, perlu Visa yang bermacam jenisnya.

Secara Umum ada tiga jenis Visa:

    Visa Turis (Tourist Visa)
    Visa Pelajar (Student Visa)
    Visa Kerja (Work Permit Visa)

Visa Turis: Buat jalan-jalan, tapi nggak bisa di switch menjadi Student Visa ataupun Worke Permit Visa. Never. Nggak boleh kerja juga. Habis Visa harus pulang. Titik. Kecuali mbandel, misalnya kabur dan paspornya dibuang.

Visa Pelajar: Ini lebih bagus. Boleh kerja maksimal 20 jam seminggu atau kira-kira 2 atau 3 hari seminggu, dimusim perkuliahan. Tapi jika musim liburan, umumnya summer, yang liburnya bisa-bisa 4 bulan, nah ini baru boleh dihajar kerja 7 hari seminggu kalau kuat. Kerja apa? Apa saja. Jaga di Tesco, Sainsbury, Argos, Starbucks, Cafe Nero, McDonald.

Berapa gajinya? Minimal dapat 5-6 pound sejam.

Visa Kerja Ini lebih bagus lagi. Bisa mengisi kerjaan kantoran.

Tapi, lupakan dulu itu semua. Wong orangnya masih di Indonesia kok. Gimana mikirin mau kerja dimana.

Yang penting, gimana caranya bisa masuk ke Inggris, sah, legal dan halal. Itu yang perlu, ya nggak?

Mari kita lihat peluangnya:

1. Visa Student:

Untuk mendapatkan Visa Pelajar, syaratnya adalah adanya Surat Tanda kita diterima untuk program tertentu yang minimal mengadakan pengajaran 15 jam seminggu, dan berlangsung minimal 6 bulan.

Caranya mendapatkan surat tersebut adalah dengan mengisi formulir applikasi dan mengirim dokument pendukung ke Universitas yang kita tuju. Nanti si Universitas, setelah di check, akan mengirim “Letter of Offer” bahwa kita diterima untuk kuliah disana.

Letter of Offer saja belum bisa dijadikan sebagai bukti dalam pengurusan Visa di Kedutaan Inggris di Jakarta. Perlu surat nan lain, yaitu “Enrolment Letter”. Nah untuk itu, ini hanya akan dikeluarkan oleh Universitas jika kita sudah setuju dengan “Letter of Offer” tadi, sudah memenuhi syarat dalam hal nilai IELTS (ada juga Universitas yang tidak mensyaratkan hal ini), dan yang terakhir ini yang penting sekaligus berat, yaitu sudah bayar uang kuliah 1 tahun lunas.

Nah kalau sudah diterima surat “Letter of Enrolment” maka sudah bisa langsung kekedutaan Inggris buat ngurus Visa.

Dalam pengurusan Visa, biasanya kan butuh penjamin dana di Jakarta, yaitu orang yang akan membiayai kita selama kuliah di Inggris.

Kalau ini, menurut saya, kan bisa minjam sertifikat deposito Om, Paman, Tante, sekaligus surat yang menyatakan mereka akan mendukung dan membiayai kuliah kita. Nggak usah takut jika nantinya si Om atau Tante tadi nggak biayain kita, nggak bakalan di-check kok kalau sudah sampai di Inggris.

Satu hal lagi, biasanya kan bakalan di interview, nah waktu interview itu kita harus menunjukan bahwa tujuan ke Inggris adalah murni mencari Ilmu yang dikemudian hari akan digunakan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Artinya, ini menghilangkan kesan kita akan tinggal dan menetap seterusnya di Inggris setelah selesai kuliah.

Masalah nanti mau pulang atau terus disini, itu mah cerita nanti.

Masalahnya sekarang kampus mana yang akan dituju dan nantinya akan mengeluarkan surat-surat pendukung tadi?

Yang jelas, biaya S2 di Universitas di Inggris bervariasi diangka GBP9000, yang paling murah, sampai GBP25000 yang paling mahal, kurang lebih.

Mahal sekali ya?..

Tapi, jika tujuannya adalah ke Inggris untuk kuliah sambil kerja, kemudian terus tinggal dan kerja disini, maka, menurut saya, kalau nggak punya duit banyak, mendingan nggak usah milih-milih Universitasnya.

Ada juga Universitas yang murah.

Satu contoh adalah London College Wimbledon, yang mengunakan fasilitas dan degre dari University of London. Biaya S2 untuk 1 tahun, misalnya LLM (Master of Law) adalah GBP3000.

MBA adalah GBP5950 untuk 18 bulan.

yang jelas, ini terdaftar di Department of Education and Skills, British Council, Education@UK.

Kalau, misalnya, mau ngulang S1 lagi, kali aja ada kan,bisa saja kan. Nanti setelah lulus disini, bisa kerja atau meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.

Memang, semuanya butuh usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Tapi, buat masa depan anda, jika memang diperlukan pengorbanan boleh saja kan, toh nggak bakalan sampai mengorbankan nyawa.

Biaya ambil S1 dibidang BSc Information System and Management (3 tahun) adalah GBP2600 per tahun.

2. Visa Kerja

Nanti diteruskan ya, pegel juga nih ngetik terus…

10 Comments »

  1. Student visa: wis ndak patut jadi student lagi je.
    Tourist visa : laah duit dari mana..
    Work permit visa : laah kok tu be continyu…sambil nunggu tak kursus bhs enggres dulu.

    Like

  2. dear mas donny,
    sorry klo nanyanya gak sesuai topik.saya rencana mau ikut om yg kerja di kedubes RI di london, pgnnya ikut short course sambil kerja part time gitu.krn utk cari scholarship dr jkt susah banget,hrs minimal 2 taun kerja.kira” klo ikut short course gitu,susah gak persyaratannya.utk visa, masi diurus sih.blom tau jg nanti jatohnya visa kerja/student…

    Like

  3. dhanty,

    Kalau ikut Om yang kerja di Kedutaan, mungkin jenis Visanya adalah Visa Student.

    Kalau Visa Student, biasanya diminta dulu surat dari Kampus nya,baik Short Course maupun Kuliah Umum.

    Like

  4. yth mas donny, saya sangat tertarik dengan cerita mas donny. saya dari dulu sampai sekarang sangat ingin kuliah plus kerja di inggris tapi bahasa inggrisku masih sangat minim. tolong mas, aku maunya berangkat kesana dulu cari kerja. ada gak? setelah bahasa inggrisnya very fluent baru aku mau kuliah ngelanjutin. tolong dibalas. oke thanks kirim ke alamat emailku aja

    Like

  5. Dear pak don,

    Saya mo nanya nich, saya khan punya keluarga yang tinggal di london. Mereka nyuruh saya untuk tinggal juga bersama mereka. Kira2 bikin visanya susah nggak yach pak, kalo setelah tiba di london , saya baru di cariin kerjaan sama keluarga saya. Tolong di jawab yach pak don ke email saya.

    Like

  6. yth pak donny.saya akan melajutkan study di australia tap sebagai persyaratan visa harus dengan tabungan minimal 3 bulan terakhir 200 jt,gmana yah solusinya apabila orang tua saya tidak punya tabungan sebanyak itu,?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.