Tinggal dan bekerja di Inggris, jujur saja, adalah merupakan keinginan banyak orang, termasuk saya.

Banyak hal yang memotivasi saya kenapa sangat berkeinginan untuk menjelajahi Inggris khususnya dan Eropa umumnya.

Pertama, ingin merasakan kehidupan yang lebih nyaman dari di Jakarta. Eit, jangan salah dulu. Bukan berarti dulunya kehidupan ku tak nyaman, salah kali itu.

Dulu, hidupku nyaman juga lah, nggak melarat-larat amat. Lulus Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Indonesia, dengan IP pas-pasan, bulan May tahun 1991.

Alhamdulillah, 6 bulan sebelum lulus sidang, sudah diterima bekerja di IKPT, walaupun dengan konsekuensi harus mau gajinya dibayar separo, maklum masih dianggap separoh lulus.

Tiga belas tahun lamanya malang-melintang di dunia Engineering sebagai Piping Stress Analysis Engineer, telah menghasilkan banyak suka dan tentu saja, duka.

Selama kurun waktu 13 tahun itulah, mulai 1990 sampai 2003, saya merasakan dan mendapatkan sebuah keberuntungan yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Keberuntungan itu adalah kesempatan bekerja dan berdiskusi bersama-sama Expat di bidang Stress Analysis dari Jepang, Inggris dan Amerika Serikat.

Selama 13 tahun itulah, terjadi proses pengenalan, pelatihan, pembelajaran dan pencerahan sekaligus pematangan kemampuan saya dibidang Piping dan Stress Engineering.

Betapa tidak. Dalam kurun waktu itu, IKPT, banyak mengerjakan mega project mulai dari Ammonia and Urea Project bersama MW. Kellogg Houston USA dan Toyo Engineering Corporation Japan, LNG Project Train G dan Qatargas LNG bersama Chiyoda, dan Petrochemical Project serta Geothermal Project.

Dalam masa itu juga, saya berkesempatan di kirim ke Luar Negeri baik dalam bentuk Job Training (London dan Los Angeles) maupun dalam bentuk Business Trip (Amsterdam, Lille, Paris).

Juga, sempat merasakan nyamannya jadi Project Engineering Manager tahun 2002 kemaren.

But, at one point, saya mikir juga. What next?

Karena sudah pernah tinggal di Los Angeles dan London 1 tahun, kemudian setelah itu sempat melihat Paris dan Amsterdam, kok kaya’nya enak juga ya tinggal di luar negeri.

Apalagi kalau anak-anak bisa mengeyam pendidikan sono, kan bagus juga buat bekal masa depan mereka.

Paling tidak bisa menambah wawasan mereka bahwa didunia ciptaan Allah ini banyak kebudayaan dan suku bangsa tersebar, banyak daerah yang bisa di-explore, melihat bahwa perbedaan itu ada.

Akhirnya mencoba mencari tahu, lewat internet utamanya.

Sebenarnya program HSMP dari Pemerintah Inggris sudah sejak tahun 2002 jadi incaran.

Soalnya, setelah melihat-lihat situasi, kaya’nya cuma program HSMP ini lah jalan terbaik untuk bisa masuk dan menembus pasar tenaga kerja Inggris.

Soalnya kalau hanya menunggu dan mengandalkan adanya Perusahaan Inggris yang bersedia mensponsori Work Permit kita, itu ibarat menunggu godot. Susah.

Nah, dengan HSMP, kita bisa sedikit banggalah sambil bisa mengatakan ‘gua nggak butuh elu jadi sponsor gua’..he.he.

Tapi waktu itu, 2002, pas baru di luncurkan, persyaratannya tinggi kali. Nilai minimal mesti 75. Waktu itu dihitung-hitung skor baru 55, yah masih jauh. Yang bikin skor nggak naik-naik itu adalah pendapatan satu tahun terakhir mesti, kalau nggak salah lho, sekitar 120 juta rupiah. Mana cukup gaji setahun waktu itu, walau plus bonus sekalipun. Lagi pula, agak ‘kurped’ alias ‘kurang pede’.

Nah, 2003 kan dapat kesempatan kerja di Singapore. Sebenarnya adalah pengiriman dari kantor Indonesia ke kantor pusat Asia Pacific nya yang di Singapore.

Jadi gajinya rupiah, dan di Singapore dapat Apartment plus uang saku. Disinilah peluang terbuka. Dengan gaji yang jelas lebih gede dibanding sebelumnya, maka setelah mendekati 1 tahun, dihitung-hitung ternyata memenuhi kuota yang ditargetkan untuk dapetin visa type HSMP.

Apalagi ternyata pada tahun 2003 akhir batas nilai minimal untuk lulus sudah diturunkan menjadi 65 saja.

Perhitungan saya adalah:

1. S1 dari FTUI dapat nilai 15
2. Pengalaman kerja diatas 10 tahun, termasuk didalamnya 5 tahun sebagai specialist /management, nilainya 50.

Dengan dua faktor diatas saja kan sudah menembus nilai 65. Akhirnya gaji setahun terakhir diikutkan juga sebagai faktor penambah.

Waktu itu, saya menyertakan surat dari kantor yang lama yang membuktikan bahwa saya sudah berpengalaman 13 tahun dan pernah menjabat posisi management atau pun juga specialist.

Juga diserahkan slip gaji selama setahun terakhir, ijazah S1 asli plus terjemahan.

Ada satu lagi yang saya ikut kirimkan sebagai bahan pendukung, yaitu surat dari University of Newcastle Upon Tyne, UK yang mengatakan bahwa saya diterima untuk mengambil Master Degree bidang Pipeline Engineering.

Kenapa perlu dilampirkan? Soalnya, ada persyaratan yang mengatakan bahwa gelar S1 kita mesti diakui oleh Inggris. Nah, saya kan bingung, apa syaratnya agar gelar kita diakui? Saya kan nggak terdaftar di Institute Mechanical Engineers – nya Inggris.

Akhirnya saya lampirkan saja surat itu, disertai surat yang saya buat sendiri yang menyebutkan bahwa Surat Keterangan dari University of Newcastle Upon Tyne ini hanyalah sebagai pembuktian bahwa gelar S1 saya diakui, buktinya diterima, begitu kira-kira argument saya waktu itu.

Hal lain yang saya lampirkan adalah email dari agent yang menyebutkan adanya lowongan untuk profesi saya.

Hal ini dianggap perlu karena memang ada persyaratan bahwa kita, jika sampai di Inggris nanti, harus mampu melakukan dan meneruskan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kita saat ini.

Akhirnya, 29 Desember 2003, setelah semua dokument sudah disiapkan, asli + fotokopi, dengan sedikit harap-harap cemas, saya pun berjalan menuju Kantor Pos di dekat kantor Singapore Airlines, jalan Robinson Road, Singapore.

Setelah itu, saya mikir juga. Aman nggak ya semua dokument asli dikirim. Kalau hilang di jalan gimana? Basah misalnya? Berbagai pikiran yang nggak-nggak bersliweran dikepala.

Ada juga sih keinginan membatalkan, tapi apa dikata, sudah masuk ke TNT.

Sudahlah, perbanyak aja berdoa. Dari kantor pos saya langsung ke Mesjid di jalan Palmer Road, sholat sunat dan baca yasin, biar dokument nya selamat dan, kalau bisa, aplikasi Visa nya di approve.

Waktu berjalan amat lambat. Seminggu kemudian, saya dapat email dari Workpermit UK, bahwa paket saya sudah diterima dan sedang diproses.
Alhamdulillah. Yang penting dokument penting nan asli nya tidak hilang.

Emailnya juga mengatakan bahwa prosesnya diperkirakan, sampai keputusan keluar, adalah 2 bulan. Nggak apalah, saya pikir.

Tiga hari kemudian, datang lagi email, kali ini isinya mengagetkan. Kartu kredit saya, yang saya gunakan untuk membayar “fee” nya yang sebesar kira-kira 3.6 juta, jumlah yang gede juga buat saya, ternyata ditolak, katanya dana nya nggak mencukupi.

Kelabakan juga waktu itu. Langsung telpon ke Jakarta, minta dibayarin dulu ke BNI. Akhirnya setelah haru-biru, datang lagi email yang menyatakan bahwa pembayaran sudah beres. Alhamdulillah.

Tapi, karena ternyata pelamar untuk Visa HSMP ini membludak, maka diperkirakan waktu proses akan sedikit molor. No trouble, saya bilang.

Setelah itu, I tried to make my life as normal as possible. How could it be?

Setiap hari itu bayangannya cuma: di-approve nggak ya aplikasi nya? Kebetulan di kantor project nya sudah selesai, jadi kita lagi menghitung hari kapan mau dipulangkan ke Jakarta.

Sementara, agent di London ngirim email ngasih tahu bahwa ada lowongan di Mitsui Babcock Wilcock, London. Saya bilang, saya belum punya Visa Kerja, dan juga lagi mengirim aplikasi HSMP. Mungkin 2 bulan lagi, saya bilang.

Wah, kelamaan, kata dia. Yah, sudah lah, mungkin nggak rezeki kali, saya menghibur diri.

Akhir Maret 2004, tepatnya tanggal 29, Istri saya nelpon dari Jakarta. Katanya ada surat dari Workpermit UK. Langsung saya suruh bacain di telepon.

Isinya: “….we are pleased to inform you that your application for Highly Skilled Migrant Programme has been approved.”

Waktu itu di kantor sudah jam 4 sore. Masih banyak orang di lantai saya. Kalau nggak, mungkin saya sudah berteriak keras kesenangan.

Betapa tidak. Penantiannya berakhir sudah dalam kemenangan. Hal yang sangat di-ingin kan oleh hampir seluruh orang, sudah saya dapatkan. Tak lupa mengucapkan Alhamdulillah.

Sore itu juga saya langsung ngirim email ke agent di London. Setelah itu bergegas pulang ke apartment, di Orchard Road.

(to be continued)

28 Comments »

  1. assalam…Selain visa HSMP, kira -kira cara apa yah yang bisa di pakai untuk mencoba bekerja di UK.. pengen juga tuh….bagaimana kans untuk pekerja hospitality?

    Like

  2. salute……very proud of u!!!!!
    mudah2an keluarganya akan langgeng selalu….huhuhuhu…..

    maklum Pak..semakin hari akan semakin banyak godaaan…….hehehehehe…..

    pasti pas dibacaain itu lompat2 dan wajah berseri2 kan Pak??? haahhahaha…

    Like

  3. Mas Don,

    Oks banget critanya..it’s really inspiring ;p. Saya dah baca partII nya tapi posting reply di sini soalnya di part2 kynya dah kebanyakan dan no reply hehe..

    Gini mas: saya skrg bekerja jadi analis & support di Navitaire / Accenture baru 3 blnan dgn previous job sebgai Flight Dispatcher +/- 2 thn stengah. Trus saya ikutan milis di aviation job search dan banyak banget vacancy sbgai Flight Dispatcher / Operation.

    Yang mau sy tanyakan, menurut mas lebih baik sy mengantongi HSMP nya dulu atau saya apply duluan ke airlines tsb?? trus klo soal salary yg tercantum kan slalu annual / tahunan, apakah itu gross atau nett biasanya, dan berapa % besar potongan utk tax dan lain2 disana klo itu gross?

    Like

  4. mas, gimana caranya bekerja di resto atau toko makanan di Inggris dan berapa biaya yang harud dikeluarkan? . Saya buta sama sekali…, kalo mau berangkat sendiri bisa gak dengan kemampuan berbahasa inggris yang tak terlalu bagus. thanks

    Like

  5. Mas Don,

    Sehubungan dengan cerita di atas, boleh tahu gak, saya kebetulan ada mendaftar di Indonesia dan kemudian sudah mendapat posisi sebagai operator , namun dengan workpermit yg dibuat oleh perusahaan disana.

    Pertanyaan saya, apakah ada masalah jika nantinya kita mau pindah kerja ? Bagaimana dengan workpermitnya ? apakah masih berlaku untuk perusahaan lainnya yg kita lamar?

    terima kasih.

    Like

  6. ane,

    Work Permit hanya berlaku pada kantor dimana anda diterima bekerja, karena mereka yang bertindak sebaggai sponsor.

    Jika ingin pindah kerja, bisa saja, syaratnya perusahaan yang akan anda tuju bersedia menguruskan paperwork untuk mendapatkan Work Permit baru, dan biasanya sih nggak sulit.

    Jadi, sewaktu melamar ke perusahaan yang baru, anda mesti menjelaskan kepada mereka status ke-immigrasi-an anda, sehingga bisa dipersiapkan hal-hal ayng diperlukan.

    Like

  7. Inspiring…. saya sedang mendaftar HSMP juga. karena saya dengar 1 maret ini akan kembali sulit untuk HSMP, saya di encourage to submit my application as soon as possible. Currently point saya 95.

    Boleh di share tidak agent di london yang dipakai untuk hunting kerjaan?
    Pertanyaan: Kalo saya dapet HSMP, apa saya harus stay langsung di UK? Ada persyaratan seperti tidak boleh balik ke Indonesia for certain period tidak? HSMP ini tidak mempengaruhi citizenship kan? Dan apa saya bisa dapetin Permanent resident setelah saya dapat HSMP? Saya bisa tidak batalin HSMPnya?

    Hope you can help. Thank you.

    Like

  8. Wit,

    Sebenarnya persyaratan HSMP ya gitu-gitu aja; score minimal 75 plus IELTS 6.0.

    Kalau bisa segitu, langsung kirim aplikasi, jadi sudah, Insya Allah.

    Kalau dapat HSMP approval letter, maka harus digunakan paling lama 3 bulan dari di-approve, untuk mengurus Entry Clearance ke UK Embassy di Jakarta.

    Biasanya langsung di kasih 2 tahun Residence Permit, yang mengijinkan untuk apa saja, baik kerja maupun ber-usaha.

    Memang diharuskan “continously stay” di UK, tapi boleh ada “gap” misalnya holiday ke Jakarta atau ke tempat lain, selama 1 bulan atau 2 bulan, kurang lebih.

    Setelah 5 tahun berturut-turut tinggal dan kerja/usaha di UK, anda bisa ngedapetin Indefinite Leave (Permanent Resident) dan sekaligus juga bisa ngedapetin British Citizen, kalau mau.

    Kalau mau batalin, maksudnya gimana? Mungkin maksudnya pulang seterusnya ke Jakarta? Ya boleh saja. Bebas saja kok.

    Kalau agent kerja, banyak kan di Internet, tergantung apa bidang kita. Yang jelas, tanpa kerjaan pun, sudah bisa berangkat ke sini, terus tinggal di Wisma Caraka punya KBRI nan murah meriah.

    Like

  9. as-salam alaykum, mas
    waaah saya bacanya sampe mau ikutan tereak juga hihihi
    ikutan seneng banget..

    skrg ini saya dan suami sedang nyiapin semua bahan untuk masukin aplikasi HSMP ini mas, kami pake agen yang bayarnya lumayan mahal juga (Y-Axis), tapi katanya terjamin pasti dapet atau uang kembali.. enak juga sih ya.
    Tapi kalo baca artkelnya mas Donny diatas, kayaknya sebenernya gak perlu pake agen juga bisa ya mas?

    Nilai skor itu skrg kalo nggak salah 72 ya? Alhamdulillah saya dan suami skornya 85, mas. Kalo begitu apa masih ada kemungkinan aplikasi kami akan ditolak gak mas?

    Suami saya ikhwan banget secara penampilan dan saya jilbaban juga. Apa mungkin nggak itu akan mempengaruhi penilaian sewaktu wawancara? atau tidak selalu ada wawancara ya mas?

    Satu lagi, kalo inshaAllah nanti dapet dan kesana (sementara ini suami ngincer kota London), kalo boleh saya pengen kenalan sama mas dan keluarga, karena pekerjaan suami saya (six sigma) akan mengharuskan dia travelling terus2an (30 weeks in a year). Saya sudah punya dua anak masih kecil2. Deg2an juga ya kalo mesti ngurus apa2nya sendiri ditempat yang masih sangat2 asing buat saya.

    Makasih mas,

    Like

  10. Suci,

    Sekarang nilai nya 75, plus 10 untuk IELTS 6.5, serta 10 untuk Maintenance Fund sebesar £800.

    Kalau di London sih nggak usah khawatir, ada pengajian warga Indonesia di London per 2 minggu.

    Pakai Jilbab? Nggak usah khawatir, Istri saya juga pakai jilbab..

    Jadi, ditunggu ya…di London

    Like

  11. waaah makasih ya mas udah di jawab… ini tiap hari saya pantengin blognya hihihi. alhamdulillah, seneng banget dengernya ada pengajiannya…
    iya mas skor kami itu belom sama IELTS (kata suamiku agennya bilang kl udah punya ijazah dari kampus amerika gak perlu IELTS lagi ya?)

    mas tau gak, kalo blognya mas ini bener2 bermanfaat banget buat orang2 yg punya impian pengen ke london. bener2 inspiring!
    atas nama pembaca semuanya, makasih banget ya mas Donny yang udah mau capek2 ngeluangin waktu berbagi ilmu dan informasi….

    amiin… semoga impian kami mau kesana bisa tercapai, mas…

    Like

  12. Suci,

    thanks. Memang kalau sudah lulusan Amerika, nilai IELTS nggak perlu lagi, jadi tenang saja.

    jadi mas nya Ahli Six Sigma? Wah..mantap itu..laris manis kerja nya…paling bagus kerja di Shell London atau BP London…aman sudah…

    Like

  13. Akhirnya, 29 Desember 2003, setelah semua dokument sudah disiapkan, asli + fotokopi, . =====> dokumen yg disubmit emang apa aja mas ? trus pas itu pakai jasa service apa ( migrantservice atau migrantexpert ? )

    Like

  14. Ordo,

    Dokument yang disubmit adalah kurang lebih Ijazah S1 asli, Slip gaji, Rekening Bank, nilai IELTS dan dokumen pendukung lainnya yang bersifat memberikan nilai tambah pada applikasi kita.

    Dullu saya ngurus sendiri saja, simple dan gampang sebenarnya applikasinya.

    Like

  15. dear om donny,

    gw kemaren iseng2 itung skor hsmp gw, keknya dapet 80 en tiba2 ada email dari agent yg contact gw dari globalvisas.com keesokan harinya

    pertama dia kirim email, kemudian dokumen2 buat pemrosesan.

    kemudian hari ini dia nelp gw..

    kira2 ini http://www.globalvisas.com ini legal ga yah ?

    breapa kira2 biaya total untuk dapetin HSMP ?

    Like

  16. Assl..

    Mas sebelumnya kenalin saya ira, alhamd kemaren saya dapat email dari shell UK, diterima di sana bagian HRD…

    Saya bingung ney mas ga tau mo ngapain??apa tahap awalnya ya??
    truz saya juga pake jilbab (kaya mb suci)…
    kira-kira perusahaan asing itu mau ga ya menerima? waktu itu saya ga nyantumin photo, tapi katanya januari saya sdh harus disana (kerja disana)..

    Mas tolong ya…bingung ngeblank

    Like

  17. Wah gimana rasanya tinggal dan kerja di negeri orang? Lewat chatting ada orang (agen?) yang menawarkan jadi babys-sitter di London. Waduh salary yang ditawarkan buat kepala saya pusing. Saya tanya apa ini legal, dia bilang iya. Dia sudah kirim contoh contract agreementnya, dia akan menanggung setengah flight fee, visa fee, medical bills dan semua urusan visa applications fee. Dia minta pas foto dan akte kelahiran saya. Dia malah nawarin kalo mau bawa anak nanti bisa hitung2an lagi tiketnya. Saya juga sudah baca blog lanjutan dari blog ini. Ada yang bilang bohong. Paling dapat cuma 55 pound per minggu. Dari jawaban mas juga ada untuk baby-sitting sekitar 425 pound per bln. Comment please? Saya kok ragu2. Takut tertipu. Thax

    Like

  18. He he he saya lagi, kalo sekolahkan anak SD di sana dimana? Lokasi orang (agen?) tersebut di London Barat. Berapa biaya sekolah SD per bulannya. Islamic Center ada di bagian mana? Apa ada juga pengajian untuk anak2. Oh ya, dia bilang untuk saya disediakan kamar sendiri di rumah itu, bayar apa gak ya? And, sorry cerewet, makan tanggung sendiri kali ya? Cheers.

    Like

  19. Apa kabar temen-temen semua..
    setelah aku baca-baca komentar kalian mengenai HSMP,saya yang nggak ngerti ini ingin sekali ikutan visa HSMP,kalo boleh bagi dong sedikit info mengenai cara ikutan visa HSMP,apa syaratnya dan bagaimana caranya mengecek nilai-nilai kita?mohon di bales ya temen-temen,makasih banyak buat kalian,semoga cepet ke london semua.

    Like

  20. halo mas Doni,
    makasih atas balasannya kemarin,ternyata Mas Doni emang benar,kalo perusahaan yang minta uang work permmit itu hanya perusahaan fiktif dan cuma mau merugikan kita,hati-hati temen2..
    Mas Doni,kalo uda ada work permit dari perusahaan berarti uda bisa apply visa kerja kan?masih harus keluarin biaya nggak mas buat apply visanya?trus selain visa kerja,HSMP, jenis visa apalagi yang bisa memudahkan kita agar bisa pergi dan kerja di London?dan bagaimana cara mengikutinya?
    ada websitenya nggak buat ikutan?

    Hormat Saya,

    Micky

    Like

  21. Assamualaikum. Wr. Wb.

    mas. . .
    saya baru lulus SMA nih, , , , , ,
    saya mempunyai mimpi yang sama kaya mas, hidup di Inggris, sampai-sampai sekarang insyaallah akan melanjutkan studi saya di bidang Inggris supaya nantinnya saya bisa menyusul mas ke Inggris.
    barangkali di Inggris ada lowongan kerja yah mas, tolong kabari aku, aku pingin sukses kaya mas. . . . .
    terimakasih.

    Hormat Saya

    Fajrul Falah

    Like

  22. Assalamu’alaikum,..Wr,.Wb,.

    Mas Doni saya ingin berbagi crita/Sharing,,.

    3 hari yang lewat saya mendapatkan balesan atas applying letter saya ke UK london (Marriott Hotel) setelah melalui beberapa tahap answer Question and d last Agreement Letter,.saya jadi bingung apakah ini benar” atau tipuan,..saya masih blank untuk urusan Visa Kerja ataw Work Permit,..langkah apa ya mas yang harus saya tempuh untuk penawaran kerja di UK setelah mendapat approval untuk kerja diUK? THX Maaf too much sharingnya,..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.